Bikin Program Ramadan Menghafal, Target Sehari Satu Juz

Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikh Zainuddin NW Anjani sudah memiliki Lembaga Pendidikan Tahfidz Alqur'an (LPTQ). Lembaga tersebut bertugas untuk mencetak para santri/ santriwati menghafal Alqur'an.

 

 


AHMAD YANI — LOMBOK TIMUR


 

 

Bulan suci Ramadan tahun ini, Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani membuat program Ramadan Menghafal. Program Ramadan Menghafal dibawah tanggung jawab dan koordinasi dari LPTQ Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani.

Didirikan sejak tahun 2012 lalu. LPTQ  Syaikh Zainuddin NW Anjani diketuai Dr TGH Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA.Dengan koordinator pembimbing  TGH Zaini Abdul Hanan, LC, M. Pd.I  dengan anggota pembimbing  TGH Fuad Zaini, QH, SS, SH.I, M.Si, Hasan Zaini, QH, S.SOS.I. M. Kom dan Jaharuddin. QH.

LPTQ Syaikh Zainuddin NW Anjani didirikan agar fokus membina dan mendidik para santri/ santriwati untuk bisa menghapal Alqur'an.

Sejak didirikan LPTQ ini  sudah banyak mencetak hafidz. Hafidz jebolan LPTQ ini sudah banyak meraih beasiswa melanjutkan studi ke LPTQ Alqur'an Jakarta dan Madrasah As – Sholatiyah Makkah.

Momentum Ramadan ini dimanfaatkan LPTQ untuk meningkatkan hafalan santrinya. Dalam program Ramadan Menghafal ini santri ditargetkan bisa menghafal Alqur'an selama satu bulan penuh.

Program Ramadan Menghafal dengan menggunakan metode Syafa'aty disusun oleh Hassan Zaeni.   Berisi raport hafalan dan Mushaf Alqur'an  yang terbagi menjadi 40  Hifzdoty atau setoran hafalan. Metode Syafa'aty ini sebagai alat yang membantu santri  untuk menentukan target hafalan yang ingin dicapai. Metode tersebut bukan menargetkan pada  berapa ayat perhari. Tetapi lebih menekankan berapa durasi/ menit per 1 hifzdoty atau setoran. " Jadi 1 hifzdoty maksimal bisa dihafal dalam 30 menit. Maka untuk bisa menghafal 1 Juz per hari butuh waktu selama 20 jam,'' kata Hasan Zaeni, juga pembina di LPTQ  Syaikh Zainuddin NW Anjani.

Awalnya, program Ramadan Menghafal bakal diikuti sekitar 30 santri. Namun ternyata animo santri mendaftarkan diri mengikuti program tersebut mencapai 274 orang terdiri putri sebanyak 188 orang dan putra sebanyak 86 orang.Program  ini diikuti santri dari semua jenjang pendidikan. Mulai Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Persyaratan santri mengikuti program itu tidak terlalu sulit. Yang terpenting santri itu bisa mengaj  serta memiliki motivasi dan semangat untuk bisa menghafal Alqur'an. Santri harus mondok di dalam lingkungan Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani.

Para santri  yang mengikuti program Ramadan Menghafal tersebut dibagikan menjadi 27 kelompok. Masing – masing kelompok dibagi 10 orang.  Dengan pusat kegiatan tersebut di Mushalla Tahfizul Qur'an Asrama Putri Dewi Anjani NW. Selama mengikuti program ini, santri tidak diperkenankan mengikuti kegiatan apapun, selain hanya fokus bagi kegiatan Ramadan Menghafal. " Jadi santri selama satu bulan penuh fokus hanya mengahafal Alqur'an," ucapnya.

Program  berlangsung 15 jam sehari. Praktis, dengan kondisi tersebut mengharuskan santri hanya fokus dalam kegiatan menghafal Alqur'an. Kegiatan dimulai  pukul 04.00 Wita  usai melaksanakan shalat Tahajjud dan makan sahur. Santri i hanya diberikan kesempatan istirahat pada pukul 07.00 – 09.00 Wita  untuk bisa melaksanakan aktivitas lainnya seperti mandi, mencuci dan lainnya.  Selanjutnya, program menghafal Alqur'an dilanjutkan hingga pukul 24.00 Wita.

Menurut Hasan, meski pihaknya menargetkan hapalan 1 juz sehari namun hal tersebut disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri.

Meski demikian, dalam perkembangannya selama dilangsungkan program Ramadan Menghafal  ini, ada santri mampu minimal menghafal 1,5 juz dalam satu hari. Bahkan, memasuki hari ke-13 Ramadan, sudah ada dua santri khatam tahfidz Alqur'an yakni, Mirwan Supriadi dan Moh  Hamzanwandi. Selanjutnya, beberapa hari kedepan ini bakal banyak peserta segera bisa khatam.

Dengan metode Syafa'aty, setiap hari dilakukan evaluasi sekitar 40 – 50 santri terkait dengan tingkat hafalan mereka. Ketuntasan hafalan dibuktikan dengan nilai raport hafalan rata – rata 100 persen dengan huruf A plus. Buku yang sudah selesai ditanda tangani pembimbing dan stempel. Raport tersebut menunjukkan tingkat perkembangan hafalan Alqur'an. Direncanakan wisuda bagi santri tahfidz Alqur'an dalam program Ramadan Menghafal akan dilangsungkan pada tanggal 28 Ramadan. " Kita wisuda hafidz Al –  dua hari sebelum lebaran," ungkapnya.

Diluar Ramadan, tahfidz Alqur'an dilangsungkan sore dan malam hari usai santri mengikuti kegiatan belajar mengajar formal." Kalau diluar Ramadan, kegiatan tahfidz Alqur'an kita laksanakan seusai santri sekolah," pungkasnya.(*)

BACA JUGA :  Padukan Konsep Klasik dan Modern, Tahfidz jadi Unggulan