Bikin Bising, Manajemen LEM Disomasi Warga

DISOMASI : Lombok Epicentrum Mall terancam digugat warga yang keberatan dengan konser musik yang mengganggu kenyamanan dan ketenteraman. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Konser musik yang digelar Lombok Epicentrum Mall (LEM) selama ini ternyata tak selalu menggembirakan. Buktinya, dua orang warga sekitar LEM merasa sangat terganggu dengan konser musik yang digelar di area parkir sebelah timur LEM selama ini.

Ketidaknyamanan warga ini tak sampai pada aksi protes biasa, melainkan sudah melayangkan somasi kepada manajemen LEM. Jika somasi ini tak diindahkan, maka tak menutup kemungkinan dua orang ini akan menggugat manajemen LEM. Somasi ini dilayangkan dua orang warga yang keberatan ini melalui kuasa hukumnya Dr Umaiyah MH. Kedua warga yang melayangkan somasi ke LEM ini adalah Abdul Malik dari Punia Kota Mataram dan dr Edi Prasetyo Wibowo. Edi adalah dokter salah satu rumah sakit di dekat Epicentrum Mall. ‘’Ada dua orang itu yang beri kuasa ke saya. Konser musik itu menempel di tembok dia (salah satu warga). Kita sudah somasi ke sana (LEM),’’ ujar Dr Umaiyah kepada Radar Lombok, Kamis (5/1).

Umaiyah mengatakan, konser musik di Epicentrum sangat mengganggu kedua kliennya. Baik rumah warga maupun rumah sakit disebutnya terganggu dengan konser di parkir timur Epicentrum Mall. Somasi tidak ujuk-ujuk dilayangkan, melainkan setelah melalui serangkaian protes setiap kali ada konser musik. Tetapi keberatan yang diajukan warga tidak digubris manajemen LEM selama ini. ‘’Keberatan klien kami diabaikan, makanya kita layangkan somasi,’’ katanya.

Baca Juga :  Mantan Kepala Kantor Cabang Bank NTB Dompu Bebas Murni

Sebelum pagelaran beberapa konser sebelumnya, mulai dari konser grup band Dewa 19 sampai Noah dan lainnya, Umaiyah mengatakan, kliennya sudah mengajukan keberatan karena terganggu dengan digelarnya konser di parkir timur Epicentrum Mall. Pihak mall hanya bisa berjanji tapi tidak ditepati. Malah tetap melanjutkan dengan menggelar konser band papan atas tanah air lainnya, yakni Sheila on 7 Rabu (4/1) malam. ‘’Manajemen berjanji mau geser mau gini tapi kenyataannya tidak. Itu tetap diabaikan sehingga saya keluarkan somasi,’’ ungkapnya.

Bahkan sempat dilakukan mediasi yang berlangsung di Kantor Camat Mataram dan disaksikan oleh perwakilan Polresta Mataram. Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menyampaikan, parkir timur Lombok Epicentrum Mall hanya memiliki izin Amdal untuk mall, hotel serta lahan parkir dan bukannya untuk menggelar konser. ‘’Tidak ada izin parkir di sana. Malah sekarang mall itu menyewakan lapangan parkir untuk konser, bukan mereka yang melaksanakan. Untuk menguntungkan mall supaya ramai, penyelenggara konser diberikan lapangan parkir itu, apakah mereka sewa atau tidak, saya tidak tahu. Sementara dulu di Amdalnya disebutkan tetangganya mengizinkan karena untuk lapangan parkir. Kok tiba-tiba sekarang muncul dan sering konser. Setahu saya lapangan konser itu di Malomba, eks bandara atau di GOR Turida. Kenapa harus di lapangan parkirnya, makanya karena menyalahgunakan izin itulah yang kita keberatan,’’ terangnya.

Baca Juga :  415 Pelamar PPPK Nakes di Pemprov NTB Gugur di Tahap Administrasi

Dalam surat somasi yang dilayangkan tertuang akibat hukum yang diterima warga sekitar saat konser musik digelar. Di mana lokasi konser berdekatan dengan rumah kediaman dan tempat usaha warga yang melayangkan somasi. Karena setiap konser digelar menimbulkan keriuhan dan mengganggu ketenteraman warga sekitar. ‘’Itu mengakibatkan gangguan kehidupan pribadi klien kami dan usaha klien kami yaitu rumah sakit. Itu kan rumah sakit bersalin yang harusnya dalam kondisi tenang dari keributan. Akan tetapi diganggu oleh suara ribut konser musik,’’ katanya.

Umaiyah menambahkan, somasi ini dilayangkan ke manajemen mall untuk pertama kalinya. Dia tidak akan melayangkan somasi berulan kali. Jika somasi tidak ditanggapi, dia siap melanjutkan upaya gugatan perdata ke pengadilan. ‘’Kalau saya sekali somasi tidak ditanggapi, saya akan langsung gugat ke jalur hukum. Kita tidak pakai tenggang waktu kemarin. Sejak surat somasi kita diterima, itulah dimulai waktunya. Untuk selanjutnya ya kita keberatan terus. Sudah resmi diberikan kuasa ke saya, makanya kita somasi ke mall,’’ tegasnya.

Sementara itu, pihak mall belum memberikan memberikan tanggapan terkait somasi yang diterima. Koran ini sudah menghubungi perwakilan mall melalui general manager. Tetapi konfirmasi yang disampaikan tidak dijawab juga. (gal)

Komentar Anda