Bidding PON 2028, Mori Optimis NTB-NTT Menang

Mori Hanafi-Andy Hadianto (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Keseriusan Provinsi NTB untuk menjadi tuan rumah dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2028 mendatang, terus diupayakan. Bahkan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)
Provinsi NTB, akhirnya memutuskan akan melakukan pendaftaran bidding PON 2028 dengan menggandeng KONI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Ketua DPRD NTB, H. Mori Hanafi menyampaikan, dalam waktu dekat berbagai unsur di Provinsi NTB dan Provinsi NTT akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada 10 Februari 2022 mendatang.

“MoU-nya ditandatangani antara berbagai unsur yang ada di Provinsi NTB dan NTT, seperti Pimpinan DPRD, Gubernur, Pimpinan Komisi V dan KONI, pada 10 Februari 2022,” ungkap Mori, sapaan akrab Ketua Kontingen NTB pada PON XX di Papua kepada wartawan, kemarin.

Setelah ditandatangani MoU tersebut, sambung Mori, pada tanggal 17 Februari 2022, NTB dan NTT akan melakukan pendaftaran bersama mengikuti bidding PON 2028 di Jakarta. “Tapi untuk pemungutan suaranya tanggal 2 April mendatang,” sambungnya.

Ditanyakan apa yang menjadi alasan kuat NTB memilih Provinsi NTT dibandingkan Provinsi Bali untuk mengikuti bidding PON 2028. Kembali Mori mengatakan karena Provinsi NTT dilihat lebih gigih dibandingkan Bali. Sebab, NTB dan Bali juga pernah ikut bidding PON pada 2016, tetapi kalah dengan Provinsi lain.

Sehingga diharapkan dengan mengandeng Provinsi NTT saat bidding nanti, maka posisi tawar akan lebih kuat, dan meraih kemenangan untuk jadi tuan rumah PON 2028. “Kalau kita lihat NTT ini lebih ngotot mau-nya ketimbang Bali. Kita melihat mungkin ini subyektif kanyaknya Bali ini tidak terlalu ngotot. Sementara NTB ini ngotot, ternyata NTT lebih ngotot lagi. Dan terus terang ada pertimbangan lain juga,” katanya.

Karena itu, kata Mori diperlukan loby yang dilakukan oleh kedua Provinsi agar dapat memenangkan pertarungan bidding PON 2028. Karena dia berharap semua lini bisa bergerak untuk melakukan loby maupun pendekatan guna memuluskan langkah Provinsi NTB dan NTT jadi tuan rumah event Olahraga bergengsi ditingkat nasional tersebut.

“Jadi kita semua harus bergerak untuk melakukan lobi. Baik itu Gubernurnya, kita di DPRD dengan pimpinannya, anggota DPRD dengan Pimpinan DPRD, termasuk KONI agar NTB-NTT bisa menang bidding. Jadi ini gawai bareng, harus kerja semua. Tidak boleh ada yang tidak bergerak atau diam, dan atau juga tidak boleh ada yang terlalu menguasai. Kalau dulu kegagalan kita KONI dibiarkan jalan sendiri, makanya berat. Tapi kalau sekarang semuanya bergerak, dan kita optimis menang,” harap Mori, yang juga Ketua PSSI NTB ini.

Seperti diketahui, dari sisi anggaran bagi Provinsi yang mengikuti proses bidding PON maka anggaran yang harus disiapkan mencapai Rp 6 miliar. Rinciannya, Rp 1 miliar untuk pendaftaran, dan kemudian sisinya sebagai jaminan.

Namun ketika provinsi dinyatakan tidak lolos memenangkan bidding PON, maka uang jaminan sebesar Rp 5 miliar akan dikembalikan. Tetapi jika lolos, maka anggaran tersebut digunakan KONI Pusat untuk
sosialisasi PON 2028. “Kalau anggaran kita sudah siap,” ucap Mori.

Disampaikan juga mengenai pembagian peran dengan NTT, saat pendatanganan MoU akan dibicarakan. Termasuk soal anggaran maupun lainnya, guna memenangkan proses bidding. “Dan untuk pesaing terberat kita ya antara Gorontalo dan Manado. Tapi yang paling potensi kita NTB kalau dilihat dari prestasinya,” yakinnya.

Sementara Ketua KONI NTB Andy Hadianto mengatakan, jadwal MoU ini sudah disepakati KONI NTB beserta pengurus melalui rapat pleno. Selain itu, ada beberapa hal yang sudah disepakati bersama. Seperti penyelenggaraan rapat kerja anggota KONI NTB. “Harus gerak cepat. Nanti setelah MoU langsung mendaftar bersama,” katanya.

Sebelum memutuskan tanda tangan MoU, pihaknya dan KONI NTT sudah menggelar pertemuan bersama Ketua KONI NTT yang juga Wakil Gubernur NTT, Josef Noe Soi di Jakarta. Pertemuan menghasilkan keputusan KONI NTB dan NTT sepakat maju mengikuti bidding tuan rumah PON 2028.

Andy mengatakan setelah pendaftaran nanti, NTB dan NTT akan memulai sosialisasi sebagai calon tuan rumah PON 2028. Sosialisasi ini dengan mengundang KONI se Indonesia. Selain itu, KONI NTT dan NTB sudah Iebih dulu sosialisasi ke sejumlah daerah.

Hasilnya rencana bidding tuan rumah bersama NTB dan NTT mendapat dukungan dari KONI Jawa Barat, KONI Banten dan KONI Aceh. “Kita dapat banyak dukungan dari sejumlah KONI di Provinsi lain. Ini indikator bagus untuk NTB dan NTT,” lanjutnya.

Namun demikian, perjuangan hingga sukses menjadi tuan rumah PON 2028 masih cukup panjang. Sehingga pihaknya berharap agar semua pihak ikut mensukseskan agneda penting ini.

Pasalnya, menjadi tuan rumah PON tentu tidaklah mudah. Melainkan membutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh. Terlebih akan banyak daerah atau provinsi lainnya juga yang bakal ikut mendaftarkan diri. “Kita harus tunjukkan kekompakkan dalam memperjuangkan diri sebagai tuan rumah PON. Manfaatnya juga banyak kalau kita jadi tuan rumah PON,” tutupnya. (sal/rie)