BI Proyeksi Ekonomi NTB Tumbuh Melambat di Triwulan III 2021

BI Proyeksi Ekonomi NTB Tumbuh Melambat di Triwulan III 2021

MATARAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB mencatat perekonomian Provinsi NTB adanya pertumbuhan dari -1,13 % pada triwulan I 2021 menjadi 4,68 % (yoy) pada triwulan II-2021. Pertumbuhan ekonomi NTB tersebut di luar Lapangan Usaha (LU) Pertambangan, kinerja ekonomi Provinsi NTB Triwulan II 2021 juga membaik dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji memaparkan, bahwa pada triwulan II 2021, pertumbuhan ekonomi di luar LU Pertambangan tumbuh sebesar 5,68 % (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat kontraksi sebesar 1,81% (yoy). Pertumbuhan PDRB ini menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi dibandingkan dengan saat pandemi COVID-19 yang mulai terjadi di akhir triwulan I tahun 2020.

“Dari sisi pengeluaran, peningkatan kinerja terjadi pada seluruh komponen utama,” kata Heru Saptaji, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Heur, konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi mengalami perbaikan seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan base effect akibat level kinerja yang rendah pada periode yang sama tahun 2020. Konsumsi Pemerintah meningkat sejalan dengan kenaikan belanja barang, serta pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 ASN. Secara khusus,  ekspor luar negeri juga mencatatkan peningkatan ditopang oleh tingginya ekspor konsentrat tembaga.

BACA JUGA :  Program Bela Beli Produk Lokal Jalan di Tempat

Sementara dari sisi LU, perbaikan ekonomi didorong oleh pertumbuhan kinerja LU transportasi dan pergudangan serta LU penyediaan akomodasi dan makan minum yang terjadi akibat peningkatan mobilitas serta dampak base effect. Pada triwulan II-2020 aktivitas transportasi masyarakat sangat terbatas karena pemberlakuan pembatasan sosial. Hal ini tercermin dari data penumpang angkutan udara yang melewati Bandara Lombok  pada triwulan II 2020 sebanyak 53.361 penumpang, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan triwulan II 2021 yang sebanyak 311.975 penumpang. Selanjutnya kinerja LU konstruksi dan LU perdagangan besar dan eceran juga mengalami perbaikan seiring dengan masih berlanjutnya pembangunan proyek-proyek strategis pemerintah, serta peningkatan mobilitas dan aktivitas perdagangan meski dalam skala yang terbatas. Pertumbuhan yang lebih tinggi relatif tertahan oleh menurunnya kinerja LU Pertanian akibat masa panen raya padi yang telah berakhir serta penurunan kinerja LU Pertambangan seiring dengan penurunan produksi konsentrat tembaga pada triwulan II-2021.

BACA JUGA :  Ekonomi NTB Triwulan III Diprediksi Melemah

Sementara itu, lanjut Heru, untuk perekonomian NTB pada triwulan III 2021 diperkirakan akan mengalami perlambatan sejalan dengan penurunan kinerja ekonomi pada sebagian besar LU seiring dengan adanya pemberlakukan PPKM. Namun, perlambatan lebih lanjut diperkirakan akan tertahan oleh peningkatan kinerja LU Pertanian sejalan dengan perkiraan panen raya komoditas padi, jagung, cabai, dan bawang merah yang akan terjadi pada Juli-Agustus 2021. (dev)