BI NTB Pamerkan Produk Unggulan UMKM NTB dalam KKI 2020

KKI 2020
Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji bersama istri, Ketua Dekranasda NTB Hj Niken Zulkieflimansyah, Kepala OJK NTB Farid Faletehan bersama istri di sela-sela gelaran KKI 2020 di Gedung Serbaguna BI NTB.

MATARAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB melaksanakan kegiatan showcasing (pameran) produk unggulan UMKM NTB yang masuk lolos kurasi dalam rangka pergelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) tahun 2020 yang berlangsung Rabu (7/10) dilaksanakan secara virtual se- Indonesia. Kegiatan KKI 2020 tersebut sebagai salah satu wujud dukungan BI terhadap program pemerintah untuk menjadikan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional.  

KKI sendiri merupakan rangkaian event tahunan yang menampilkan produk-produk UMKM Binaan BI, dengan bersinergi bersama Kementerian/Lembaga dalam pengembangan UMKM. Hadir membuka gelaran KKI 2020, Ketua Dekranasda Wury Estu Handayani Ma’ruf Amin yang juga istri Wapres KH Ma’ruf Amin dan juga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara virtual. Sementara itu hadir di Kantor Perwakilan BI NTB, Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji, Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Kepala OJK NTB Farid Faletehan, sejumlah kepala OPD lingkup Provinsi NTB dan juga kabupaten/kota se -NTB serta perwakilan pimpinan dari lembaga perbankan di Mataram.  

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji mengatakan, sehubungan dengan pandemi Covid 19, KKI tahun 2020 diselenggarakan secara virtual dan dilaksanakan dalam tiga seri, yaitu Seri 1 pada 28 – 30 Agustus (tema UMKM Ekspor), Seri 2 dilaksanakan Rabu 7 Oktober hingga Jumat 9 Oktober 2020 dengan tema UMKM Digital dan Seri 3 yang direncanakan pada 9 – 15 November 2020 (tentative) dengan tema UMKM Sahabat Milenial.

Pelaksanaan kegiatan showcasing tersebut sekaligus juga merupakan bagian dari acara pembukaan KKI seri-2 tahun 2020. Pembukaan KKI Seri-2 secara virtual sendiri ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Indonesia dan Dewan Kerajinan Nasional di tingkat pusat sebagai upaya memperkuat peran strategis UMKM dalam perekonomian Indonesia.

Menurut Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji, bahwa pada KKI tahun ini Provinsi NTB menjadi salah satu provinsi dengan jumlah perwakilan UMKM terbanyak dengan 31 UMKM binaan yang lolos kurasi. Sektor usaha yang dimiliki oleh 31 UMKM tersebut terdiri dari kain (6), kerajinan (9), dan makanan dan minuman (16).

“Selain itu terdapat 1 usaha kopi yang juga diikutsertakan dalam kegiatan business matching dengan potensial buyer dari luar negeri,” sebut Heru Saptaji.

Dikatakan Heru, pada kegiatan KKI Seri-2 ini, KPwBI NTB terpilih untuk menjadi salah satu daerah yang melaksanakan showcasing/display fisik dengan jumlah tamu yang terbatas. Hal ini didasari oleh beberapa poin pertimbangan yaitu 1) hasil penjualan pada KKI Seri 1 2020; 2) jumlah produk yang lolos kurasi dalam KKI 2020; dan 3) adanya kerjasama aktif dengan Dekranasda setempat.

“Pelaksanaan kegiatan showcasing ini tetap mempertimbangkan protokol kesehatan dimana jumlah undangan yang dibatasi tidak sampai 30 undangan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan KKI Seri-2 diisi dengan beberapa webinar dengan tema “peningkatan produktivitas melalui digitalisasi usaha”, pagelaran karya kreatif bertema “Gllamorous Ready to Wear”, pelatihan terkait ekspor, workshop kuliner, dan edukasi onboarding dan optimalisasi digital marketing.

Heru berharap agar pelaksanaan kegiatan KKI 2020 ini mampu mendorong transformasi digital UMKM dan menjadikan UMKM sebagai sumber kekuatan baru perekonomian nasional untuk Indonesia maju. Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, transformasi UMKM untuk menjadi lebih digital menjadi semakin relevan.

Terkait dengan digitalisasi UMKM, Heru menyampaikan dua hal penting yang harus diperhatikan oleh UMKM, yaitu kecepatan dalam merespon permintaan atau pertanyaan pelanggan serta ketelatenan dan kesabaran dalam memberikan pelayanan.

“Pesan saya kepada teman-teman UMKM, terlebih yang sudah mulai berjualan secara online adalah quick response dan telaten dalam mengelola usaha dan pelanggannya,” ungkap Heru.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan showcasing yang dilakukan Kantor Perwakilan BI NTB maupun penyelenggaraan KKI 2020.  Ke depan, sambung Heru, KPw BI NTB akan selalu berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM agar dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional, serta bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga.

“Kegiatan ini sangat penting dan strategis sebagai usaha untuk membangkitkan UMKM yang sempat terpuruk akibat adanya pandemi Covid-19,” ungkap Niken Zulkieflimansyah.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin melihat produk UMKM Binaan KpwBI NTB maupun UMKM Binaan BI diseluruh Indonesia, BI tetap menyediakan menu katalog pada website KKI www.karyakreatifindonesia.co.id.

Sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada pembukaan KKI Seri-1 bahwa untuk memajukan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional di era digital maka penciptaan nilai tambah terhadap UMKM sangat ditentukan oleh setidaknya tiga kata kunci, yaitu kreativitas, digitalisasi, dan sinergi.

Pertama, kreativitas dengan meningkatkan nilai tambah produk UMKM. Kedua, digitalisasi melalui inisiasi UMKM Go Digital dan integrasi ekonomi keuangan digital melalui infrastruktur sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan andal. Ketiga, sinergi kebijakan nasional pusat dan daerah dengan memprioritaskan sektor-sektor, memperkuat model bisnis yang terintegrasi, dan secara end to end mendorong kemajuan UMKM. (luk)

BACA JUGA :  Empat Sektor Unggulan Diproyeksi Dongkrak Ekonomi NTB 2020