BI NTB Gandeng UIN Mataram Luncurkan QRIS Goes to Campus

UIN Mataram Siap Jadi Pionir Kampus Digital

QRIS Goes to Campus
DILUNCURKAN : Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji, Rektor UIN Mataram Prof H Masnun, Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, Dirut Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardji dan Dekan FEBI UIN Mataram Dr Riduan Mas’ud resmi meluncurkan QRIS Goes to Campus, Senin (25/4).

MATARAM –  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB menggandeng Universitas Islam (UIN) Mataram meluncurkan program QRIS Goes To Campus yang dihadiri 500 mahasiswa di Auditorium UIN Mataram, Senin (25/4). Hadir dalam peluncuran QRIS Goes to Campus tersebut, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati, Rektor UIN Mataram Prof H Masnun Tahir, Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, dan Dekan FEBI UIN Mataram Dr Riduan Mas’ud dan, serta Direktur Utama Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo.

Civitas akademika UIN Mataram menyambut dengan antusias kegiatan peluncuran QRIS Goes to Campus dengan menghadirkan lebih dari 500 mahasiswa, dan dosen pemilik akun premium full service QRIS yang diharapkan dapat menjadi triger bagi peningkatan digital mindset generasi muda, serta peningkatan pengguana (user) QRIS di NTB.

Rektor UIN Mataram Prof H Masnun Tahir menyampaikan civitas akademika UIN Mataram untuk siap dalam mengaplikasikan digitalisasi di lingkungan kampus dengan slogan “Digital atau Tertinggal”.

“Dosen dan mahasiswa UIN Mataram harus siap mengaplikasikan transaksi digital di lingkungan kampus,” katanya.

BACA JUGA :  BI NTB Siapkan Kemudahan Bertransaksi Nontunai di Sirkuit Mandalika

Kepala Perwakilan BI NTB, Heru Saptaji menyampaikan pentingnya membawa tren digital dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat menghadapi tantangan perekonomian dimasa kini dan masa depan. Hal tersebut berkaitan dengan proses digitalisasi pembayaran yang sudah terbukti mampu menjaga transaksi ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

“Perluasan penggunaannya harus terus ditekuni, diantisipasi, dan diakselerasi secara lebih baik lagi,” kata Heru.

Dikatakannya, pengimplementasian dan pemanfaatan digitalisasi pembayaran pada perguruan tinggi termasuk UIN Mataram sebagai sektor yang memiliki basis milenial yaitu pengguna digital payment teraktif di masyarakat kemudian menjadi salah satu langkah strategis guna mendorong dan meningkatkan penggunaan QRIS sebagai sistem transaksi digital itu sendiri. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran digital di NTB sendiri telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dimana pada bulan Maret 2022, BI mencatat sebanyak 141.280 merchant telah memiliki QRIS dan 73.515 pengguna (user) telah memakai QRIS dalam bertransaksi, termasuk 44.051 diantaranya yang merupakan pengguna baru pada tahun 2022 ini.

BACA JUGA :  BI NTB Gandeng UTS Perluas Transaksi Menggunakan QRIS

“Guna terus meningkatkan dan memperluas pemakaian QRIS di masyarakat khususnya di kalangan pengguna, BI NTB menginisiasi event QRIS Goes to Campus dengan menggandeng UIN Mataram sebagai kampus pertama tempat penyelenggaraan program tersebut,” kata Heru Saptaji.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyampaikan success story dari pemanfaatan digitalisasi sistem pembayaran di lingkup Pemkot Mataram, yaitu implementasi nontunai dengan QRIS untuk retribusi parkir di bawah Dinas Perhubungan. Hingga saat ini telah terdapat 704 titik parkiran di bawah naungan Pemkot Mataram yang juru parkirnya telah mengaplikasikan QRIS. Selain meningkatkan kualitas serta transparansi pelayanan pemerintah, manfaat terbesar dari penggunaan QRIS ini telah mampu meningkatkan pemasukan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Mataram pada tahun 2021 dan Rp 1,9 miliar pada triwulan I- 2022 untuk per Januari – April 2022 terjadi peningkatan  sebesar 263%.

“Terima kasih kepada Bank Indonesia sebagai regulator yang telah menciptakan kanal pembayaran yang inovatif, kreatif, dan aman bagi masyarakat,” ucapnya. (luk)