BI Gandeng TNI AL Gunakan Kapal Perang Sebar Uang Layak Edar ke Pulau 3T di NTB

Pj Gubernur NTB Mayjen TNI (Purn) Hassanudin bersama unsur Muspida dan perwakilan BI melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, Selasa (9/7).

GIRI MENANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB menggandeng TNI Angkatan Laut (AL) melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 menggunakan Kapal Perang TNI AL KRI Tongkol ke daerah yang masuk wilayah kategori 3T (Terdepan, Terpencil, dan Terluar) di Provinsi NTB. Penjabat Gubernur NTB Mayjen TNI (Purn) Hassanudin bersama Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Pusat, Agus Susanto Pratomo melepas Ekspedisi Rupiah ke daerah 3T Wilayah Provinsi NTB yang dihadiri juga unsur dari Muspida Provinsi NTB dan Lombok Barat di Pelabuhan Gili Mas, Lembar Lombok Barat, Selasa (9/7).

Pj Gubernur NTB Hassanudin mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di daerah 3T di wilayah Provinsi NTB, sinergi Bank Indonesia dengan TNI AL, sebagai salah satu Upaya merajut ekonomi ribuan masyarakat di pulau terluar dan terpencil di Provinsi NTB.

“Kami mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada BI dengan kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di daerah 3T di wilayah Provinsi NTB, sinergi BI dan TNI AL. Ini sebagai komitmen kita dalam memberikan layanan kepada Masyarakat,” kata Hassanudin.

Menurut Pj Gubernur Hassanudin bahwa kualitas uang rupiah yang baik itu menjadi sangat penting untuk kelancaran bertransaksi masyarakat di daerah 3T di wilayah Provinsi NTB, sehingga perekonomian bisa tumbuh dalam mensejahterakan masyarakat NTB. Oleh karena itu, kata Hassanudin, peredaran uang rupiah dengan kualitas baik itu harus dijaga peredarannya sebagai alat bertransaksi masyarakat dan menjadi alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI.

Baca Juga :  BI NTB Siapkan Rp3,6 Triliun Kebutuhan Penukaran Uang

Pj Gubernur Hassanudin juga berterima kasih kepada BI NTB. Pasalnya, pada pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024, tidak hanya sebatas mengedarkan uang rupiah dengan kualitas baik kepada masyarakat di daerah 3T, tapi juga memberikan edukasi bagaimana mengetahui uang palsu, terlebih lagi di masa Pilkada seperti sekarang ini.

Selain itu, Pj Gubernur Hassanudin juga berterima kasih kepada BI, karena pada kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024, tidak hanya memastikan peredaran uang rupiah berkualitas, tapi juga melaksanakan bakti sosial kepada masyarakat yang ada di wilayah pulau terdepan, tertinggal dan terpencil di NTB. Kegiatan sosial yang dilakukan, seperti pengobatan gratis, pembagian sembako dan lainnya.

“Saya senang sekali dengan adanya program pelayanan kesehatan gratis dan bakti sosial pembagian sembako kepada masyarakat dalam kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Pusat, Agus Susanto Pratomo menjelaskan bahwa sinergi strategis antara TNI AL dan BI telah dimulai sejak tahun 2012, melalui kegiatan pelayanan kas keliling di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Terluar) di seluruh wilayah NKRI. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu penyediaan uang layak edar di pulau-pulau terluar yang sulit terjangkau dengan transportasi umum. Selain kegiatan tersebut, juga dilakukan kegiatan lainnya meliputi sosialisasi atau edukasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Penyaluran PSBI diantaranya berupa bantuan sarana pendukung di lingkup sekolah/pendidikan, lingkungan sosial dan Kesehatan, seperti laptop, printer, proyektor, genset, Alquran, alat kesehatan dan sembako kepada 22 penerima PSBI yang terdiri dari 17 Sekolah dan 5 Komunitas Desa/Pemuda.

Baca Juga :  BI NTB Siapkan Uang Tunai Kebutuhan Lebaran Rp3,63 Triliun

Dikatakannya, Ekspedisi Rupiah Berdaulat di NTB dilaksanakan pada 9-15 Juli 2024 merupakan penyelenggaraan kesembilan kalinya pada tahun 2024 ini, dengan mengunjungi 5 pulau, yaitu : Pulau Moyo, Pulau Medang (Kabupaten Sumbawa), Pulau Bajo Pulo, Desa Pusu (Kabupaten Bima), dan Pulau Maringkik (Kabupaten Lombok Timur) menggunakan KRI Tongkol.

“Kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 di wilayah Provinsi ini membawa fisik uang tunai untuk melayani penukaran uang pada lokasi tujuan sebesar Rp8.085.000.000, sedikit meningkat dari tahun lalu Rp8.040.000.000,” sebut Agus Susanto.

Kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 ini melibatkan 16 orang on board dari 8 satuan kerja, yaitu Departemen Pengelolaan Uang, Kantor Perwakilan BI NTB, KPw BI Jawa Tengah, KPw BI Jawa Timur, KPw BI Yogyakarta, KPw BI Tasikmalaya, KPw BI Sulawesi Tengah dan KPw BI Bengkulu. Pemilihan pelepasan di Provinsi NTB juga bermakna strategis karena Provinsi ini dengan luas wilayahnya berupa lautan sebesar 92,4% dan gugusan pulau sebanyak 395 buah juga banyak memiliki pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. (luk)

Komentar Anda