BI Gandeng MES NTB Melatih 50 Takmir Masjid di Lombok Tengah

PRAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Bank NTB Syariah melatih 50 orang takmir masjid yang berasal dari 25 masjid se Kabupaten Lombok Tengah yang berlangsung tiga hari, 23-25 Mei 2022. Pelatihan yang berlangsung di Masjid Ryadlus Sholihin Dusun Gerupuk, Desa Sengkol, Kemacatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Ahmad Fauzi, Ketua MES NTB Dr Mulianah, Kepala Biro Ekonomi Setda NTB Hj Eva Dewiyani.

Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Achmad Fauzi mengatakan dalam mendukung tugas menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB memiliki 5 pilar yang harus dilakukan, yaitu pengendalian inflasi, pengembangan ekspor, Pengembangan ekonomi syariah (Eksyar), ekonomi digital dan inklusivitas.

“Ekonomi syariah merupakan sumber pertumbuhan ekonomi baru dalam mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Fauzi.

Dikatakannya, Bank Indonesia memiliki konsen yang sangat besar terhadap pemberdayaan ekonomi syariah. Hal ini dilakukan dengan mendorong pengembangan dan penguatan usaha syariah di berbagai lini, yakni usaha mikro, kecil, menengah, dan besar termasuk pesantren dan masjid melalui pengelolaan kesinambungan aktivitas ekonomi dan keuangan usahanya sesuai nilai dan prinsip dasar syariah, dalam rangka membangun ekosistem Rantai Nilai Halal/ Halal Value Chain yang terintegrasi.

BACA JUGA :  1,5 Ton Kopi Lombok Ekspor ke Kanada

Pulau Lombok memiliki julukan sebagai ‘Pulau Seribu Masjid’, berdasarkan rilis data terakhir dari BPS tahun 2014 jumlah masjid di Kabupaten Lombok Tengah ada sebanyak 1.460 masjid, yang tentunya sampai dengan saat ini pasti telah bertambah.

BI memandang masjid dapat memiliki fungsi yang lebih kompleks, seperti yang dipraktikkan pada zaman Nabi, dimana Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual semata, melainkan sebagai tempat untuk memberdayakan dan mengembangkan seluruh potensi yang ada di masyarakat, baik di bidang sosial, budaya dan tentunya ekonomi keummatan.

“Pelaksanaan pelatihan ini merupakan salah satu upaya Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah berbasis masjid melalui pengembangan wirausaha syariah, peningkatan akses pembiayaan dan digitalisasi. Kegiatan kali ini juga bagian dari Rangkaian Road to FESyar KTI Provinsi NTB Tahun 2022 yang pada tahun ini kegiatan puncaknya akan dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Fauzi.

BACA JUGA :  Bank Indonesia Dorong Optimisme dan Sinergi Dalam Pemulihan Ekonomi NTB

Sementara itu, Ketua MES NTB Dr Mulianah mengatakan pelatihan Takmir Masjid berlangsung selama 3 hari ini diikuti oleh 50 orang yang berasal dari 25 masjid dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah. Setelah mengikuti pelatihan, para takmir akan membentuk kelompok, 1 kelompok terdiri dari 20 orang pelaku UMKM yang akan diberikan pembiayaan. Dengan demikian akan ada 1000 UMKM yang akan menerima manfaat dari kegiatan hari ini.

“Kegiatan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi banyak pihak, yaitu Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, OJK NTB, Kementerian Agama, MES, Bank NTB Syariah, akademisi dan stakeholders lainnya,” kata Mulianah. (luk)