Bhabinkamtibmas Bakajaya Keliling Kampung Mengajar Mengaji

MENGAJAR MENGAJI: Bhabinkamtibmas Desa Bakajaya, Brigadir Agus Salim, mengajar mengaji anak-anak di TPQ Raudatul Jannah Dusun Bolobaka, Desa Bakajaya, Selasa sore (29/12/2020). (ist for radarlombok.co.id)

DOMPU—Sejak merebak pandemi virus Covid-19, sekitar delapan bulan lalu, praktis berbagai kegiatan yang melibatkan orang banyak, akhirnya disetop dahulu. Mulai dari aktifitas bekerja di perkantoran, kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah, hingga mengaji kitab suci Al Quran di Taman Pengajian Quran (TPQ) di kampung-kampung juga ikut dihentikan.

Tidak terkecuali kegiatan belajar mengaji Al Quran yang dilakukan anak-anak di berbagai TPQ di Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, tak luput juga ditiadakan sementara, hingga berlalunya masa pandemi.

Namun seiring dengan telah membaiknya situasi, yang ditandai dengan penurunan jumlah orang yang terjangkit virus corona. Maka pelan namun pasti, berbagai kegiatan yang sebelumnya dilakukan dari rumah atau work from home, mulai diaktifkan lagi. Tentu semua dilaksanakan dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid-19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Karena situasi sudah agak kondusif, maka mulai sore hari ini (kemarin, red) dan hari-hari berikutnya, saya sudah kembali aktif keliling ke TPQ-TPQ yang ada di Desa Bakajaya untuk mengajar mengaji anak-anak. Kegiatan mengajar mengaji ini merupakan kegiatan rutin yang saya lakukan setiap sore, sebelum pandemi melanda,” kata Bhabinkamtibmas Desa Bakajaya, Brigadir Agus Salim, kepada radarlombok.co.id, Selasa (29/12/2020).

Selain mengajar mengaji, sambungnya, kesempatan itu juga dimanfaatkan Brigadir Agus Salim untuk membagikan kitab suci Al Quran dan buku Iqro’ kepada anak-anak yang mengaji di TPQ Raudatul Jannah Dusun Bolobaka, Desa Bakajaya.

“Ada sepuluh kitab suci Al Quran dan sepuluh buku Iqro’, serta masker yang hari ini saya bagikan kepada anak-anak, yang merupakan sumbangan teman-teman donatur dari Bali dan Lombok, termasuk dana pribadi saya juga,” tutur Agus Salim.

Melihat anak-anak Desa Bakajaya yang terpaksa harus libur mengaji karena pandemi Covid-19, tentu saja membuatnya sedih. Namun demi keselamatan anak-anak, suka atau tidak, aktifitas mengaji terpaksa dihentikan dahulu.

“Tetapi setelah keadaan memungkinkan, untuk mengejar ketertinggalan, maka setiap sore saya kembali aktif keliling ke TPQ-TPQ di Desa Bakajaya untuk mengajar mengaji. Tentu belajar mengaji ini kita lakukan dengan tetap berpedoman kepada protokol kesehatan,” jelas Agus Salim seraya berharap anak-anak Desa Bakajaya menjadi anak-anak yang soleh dan pandai mengaji. (gt)