Bertemu Gubernur NTB, Pemerintah Rusia Jajaki Investasi Global Hub di Lombok Utara

Desain Global Hub atau Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara, NTB. (ISTIMEWA LAMAN DPMPTSP NTB)

MATARAM–Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah menerima kunjungan resmi Trade Representative  of The Russian Federation in The Republic of Indonesia, Sergei Rossomakhov, Senin (15/3/2021).

Atas nama Pemerintah Rusia, Sergei menyampaikan bahwa kedatangannya dalam rangka menjajaki peluang investasi dan potensi yang dimiliki oleh NTB. Sergei juga mengakui bahwa sebagai daerah yang sedang berkembang, pihaknya melihat banyak peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti. “Pemerintah Daerah NTB dan saya siap melakukan yang terbaik untuk membantu Pemerintah Rusia,” ujar Gubernur di hadapan Sergei dalam rilis Diskominfotik NTB yang diterima Radar Lombok.

BACA JUGA :  Global Hub Jadi Prioritas Djohan-Danny

Hadir bersama Sergei yakni Andrey Mogilevtsev, Counselor of the Russian Embassy dan Maria Mitsura, Senior Expert Trade Representative  of The Russian Federation in The Republic of Indonesia. Andrey dan Maria banyak bertanya tentang prospek pengembangan infrastruktur, pembangkit energi dan industri yang dapat dikembangkan di NTB. Begitu pula dengan pengembangan sumber energi terbarukan. “Intinya kami masih mencari peluang untuk ikut mengembangkan NTB termasuk rencana pengembangan kawasan utara dengan Bandar Kayangan (Global Hub) maupun sektor lain yang berpeluang untuk digarap,” jelas Maria.

Bahkan Andrey Mogilevtsev yang pernah berkunjung ke Rinjani dan Tambora mengatakan, sebagai destinasi wisata berkelas dunia dengan kaldera bersejarahnya, Tambora belum banyak dikenal oleh dunia. Oleh karena itu, selain mecari peluang investasi, pemerintah Rusia juga siap membantu promosi pariwisata NTB.

BACA JUGA :  Pemerintah Rusia Tawarkan 60 Beasiswa

Seperti diketahui, Glolab Hub atau Bandar Kayangan di Lombok Utara, saat ini sudah masuk dalam rencana pengembangan nasional. Di rencana besar desainnya, Global Hub akan menjadi kota baru dengan luas 1.000 hektare lebih. Di dalamnya ada kawasan pelabuhan, industri, pariwisata, komersial, dan hunian. Butuh investor besar untuk mewujudkannya. (*/RL)