Bertambah Empat, Positif Corona di NTB Menjadi 25 Orang

HL Gita Aryadi
HL Gita Aryadi.( Dok/Radar Lombok)

Tiga Asal Kota Mataram dan 1 Asal Aikmel Lotim

MATARAM – Jumlah Pasien positif Covid-19 asal Kota Mataram dan Lombok Timur kambali menambah angka kasus positif Covid-19 di NTB. Sebelumnya kasus positif sebanyak 21 orang (9/4), bertambah empat orang menjadi 25 orang, diantaranya tiga orang asal Kota Mataram dan satu orang asal Lombok Timur.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provisi NTB melalui Seketaris Daerah (Sekda) NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi, menyampaikan perkembangan kasus positif Covid-19 di Provinsi NTB. Per 10 April 2020, bertambah empat orang pasien positif corona di NTB.

“Bahwa pada hari ini, Jumat (10/4), kami telah menerima konfirmasi 4 orang PDP Positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab Laboratorium Biomedis RSUD Provinsi NTB,” ujar Sekda NTB lewat press pelease yang diterima radarlombok.co.id, Jumat malam (10/4).

Lebih rinci, disampaikan identitas keempat pasien tersebut, pertama pasien nomor 22, an. Ny. FES, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Kedua Pasien nomor 23, an. Ny. MP, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 18. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Ketiga pasien nomor 24, an. Ny. DC, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 18. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Dan keempat, pasien nomor 25, an. Tn. MAS, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 01. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik.

Dengan adanya tambahan 4 (empat) kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 ini maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (10/4) sebanyak 25 orang, dengan perincian 2 sudah sembuh dan kembali ke rumah masing-masing, 2 meninggal dunia, 21 pasien positif masih dirawat dan dalam keadaan baik, tinggal menunggu hasil tes negatif sebanyak dua kali kemudian dapat dipulangkan.

“Dengan kondisi ini, menunjukkan bahwa pasien positif Covid-19 bukanlah pesakitan, tetapi dengan penanganan medis yang tepat dan sesuai, pasien tersebut Insya Allah dapat sembuh kembali,” sambungnya.

Dikatakan Gita, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 117 orang dengan perincian 42 PDP masih dalam pengawasan, 75 PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 9 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 3.550 orang, terdiri dari 1.763 orang masih dalam pemantauan dan 1.787 orang selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 8.757 orang, terdiri dari 6.996 orang masih dalam pemantauan dan 1.761 orang selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 17.690 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 11 orang.

Disampaikan juga, bahwa guna meminimalisir penyebaran Covid-19, petugas kesehatan terus melakukan penelusuran (contac tracing) kepada 1.200 orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Dari hasil penelusuran tersebut telah dilakukan rapid test terhadap 700 orang, dimana terhadap hasil yang menunjukkan “reaksi” diuji lebih lanjut melalui pemeriksaan swab pada laboratorium biomedis RSUD Provinsi NTB,”ujarnya.

Selama menghadapi Pandemi Covid-19 ini, sambungnya, masyarakat juga diharapkan tetap waspada terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue.

“Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) tetap harus dilakukan di rumah masing-masing secara serempak dan berkelanjutan,” katanya. (sal)