Bersihkan Saluran Air, Rudi Tewas Terseret Arus

Ilustrasi Terseret Arus
Ilustrasi

SELONG—Sungguh malang nasib Rudi, warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), yang meregang nyawa akibat terseret derasnya arus saluran air pada saat sedang membersihkan sampah yang menumpuk di saluran.

Kapolres Lotim melalui Kapolsek Terara, AKP Tauhid, menjelaskan pada Senin lalu (5/2), sekitar pukul 21.00 Wita, ada dua orang warga bernama Rizki dan Adi, yang sedang membersihkan saluran air yang mampet, dengan cara masuk kedalam saluran air, yang dalamnya sekitar 50 centi meter (Cm). Namun kedua warga itu tidak bisa membersihkan sampah hingga tuntas, sehingga datanglah si korban, Rudi.

Korban kemudian meminta kedua warga itu untuk naik, dan menggantikan mereka membersihkan ke dalam saluran. Pada saat korban mendorong sampah, kedua warga tersebut sempat meminta kepada korban agar mengikatkan tali ke tubuhnya, agar pada saat terjadi apa-apa bisa ditolong. “Karena pada malam itu arus sangat deras, korban diingatkan untuk hati-hati. Tapi nasib berkata lain, dia (korban) terseret arus,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bayi Kembar Siam Tidak Bisa Dipisahkan

Saluran itu sendiri sudah di cor sepanjang jalan, dan digunakan sebagai akses masuk dari jalan umum menuju ke perumahan yang berada lokasi sekitar. “Setelah melihat korban terbawa arus, dan masuk ke dalam lorong saluran, kedua warga langsung berusaha melakukan penyelamatan, dan pencarian sampai ke ujung saluran. Namun korban ternyata tidak bisa keluar hingga ke ujung lorong saluran,” jelasnya.

Karena korban tidak muncul di ujung lorong saluran, warga kemudian memutuskan untuk menjebol saluran yang sudah di cor, dan berhasil menemukan korban sekitar tiga meter dari jarak tempat korban terseret arus. Korban ditemukan tersangkut di kayu penyangga cor-coran. ”Pada saat ditemukan, kemudian korban langsung dibawa ke Pukesmas Terara untuk mendapat pertolongan,” terangnya.

Korban sempat diberikan perawatan. Hanya saja setelah dirawat, dokter akhirnya menyatakan kalau korban sudah tidak bisa tertolong lagi, atau sudah meininggal dunia. Berikutnya setelah dinyatakan meninggal oleh dokter, korban pun dibawa pulang ke rumah duka. “Jadi untuk sementara berdasarkan saksi-saksi, ini murni kecelakaan. Jenazah juga sudah dimakamkan oleh pihak keluarga,” tutup Tauhid. (cr-wan)