Bersandar Dua Hari, Warga Bebas Selfie di KRI Dewaruci

KRI DEWARUCI: Tampak warga terlihat menyambut antusias, dengan cara foto selfie dengan latar belakang KRI Dewaruci yang sandar di Pelabuhan Lembar hingga tanggal 14 September (hari ini) (HERY/RADAR LOMBOK)

Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang merupakan pintu masuk ke Pulau Lombok melalui jalur transportasi laut, merasa bangga dengan kedatangan Tim Gabungan Pelayaran Taruna se-ASEAN menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci, yang dihiasi 10 bendera negara tetangga. Kesempatan inipun tak disia-siakan masyarakat yang berlomba-lomba mengambil momen itu untuk ber-selfie.

 

 


HERY MAHARDIKA – GIRI MENANG


 

SIANG hari hingga petang, banyak masyarakat yang meluangkan waktu menikmati keindahan Pelabuhan Lembar. Kesempatan secara leluasa masyarakat masuk ke pelabuhan barang dibuka khusus oleh pihak Pelindo III, agar masyarakat bisa memanfaatkan momentum kedatangan KRI Dewaruci yang sandar di dermaga pelabuhan tersebut untuk melakukan selfie, sekaligus belajar mengetahui tentang seputar keamanan laut dan kapal tersebut.

KRI Dewaruci bersandar sejak Senin (12/9) hingga Rabu (14/9). Pada sandar hari pertama banyak masyarakat selepas merayakan Idul Adha yang langsung meramaikan pelabuhan tersebut. Tidak seperti biasa, pelabuhan barang yang tiap hari tidak sembarangan masyarakat bisa masuk, kini diperbolehkan. “Kami mempersilahkan bagi masyarakat yang ingin berpose dan mengenal tentang laut untuk datang hingga Rabu depan. Kami sengaja membuka gerbang dermaga secara khusus kepada masyarakat luas,” terang GM Pelindo III Cabang Lembar, Baharudin kepada Radar Lombok, Senin lalu.

Masyarakat bisa berpose di dermaga sepuasnya dengan back ground KRI Dewaruci yang dihiasi sejumlah bendera Negara tetangga. KRI Dewaruci merupakan kapal yang sudah melanglang buana keliling dunia, dan telah berusia 59 tahun. Kapal ini biasanya dipakai latihan para Taruna TNI Angkatan Laut dalam mengemban misi sebagai duta pariwisata Indonesia di dunia Internasional. Sehingga masyarakat antusias berdatangan ke tempat bersandar KRI Dewaruci yang baru pertama kali singgah di Pelabuhan Lembar tersebut.

Terpancar dari kejauhan kapal ini dihiasi dengan tokoh perwayangan. Kemudian para taruna terlihat berada diatas kapal, sembari memperagakan bagaimana kinerja para pelaut dalam melindungi keamana laut Indonesia, agar selalu terjaga.

Sementara itu, Dani salah satu pengunjung asal Lembar menuturkan, dia sengaja datang ke Pelabuhan Barang Lembar untuk selfie seraya melihat secara langsung KRI Dewa Ruci. Selama ini dia hanya melihat melalui media sosial saja. “Saya ingin berpose disini, KRI Dewa Ruci memiliki nilai tertinggi di TNI Angkatan Laut,” katanya.

KRI Dewa Ruci sendiri bersandar di Pelabuhan Lembar selama tiga hari, dalam rangka untuk memperkenalkan obyek wisata terkenal di Lombok, termasuk kebudayaannya. “Kami menyambut baik kedatangan para taruna-taruni untuk melakukan kegiatan selama 2 hari di Lombok, NTB. Tentu melalui kegiatan ini bakal mampu memberikan kebersatuan dalam mempertahankan batas-batas negara,” terang Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid.

Bupati juga memaparkan keindahan obyek wisata di Lombok Barat, mulai kawasan Senggigi, Sekotong, Narmada, Gerabah Banyu Mulek, dan lainnya. Semua obyek wisata ini sudah terkenal hingga ke mancanegara. Bahkan katanya, Lombok Barat telah mendapatkan penghargaan sebagai destinasi wisata berkelanjutan dengan mengembangkan kearifan lokal untuk tingkat internasional. “Kami berpesan kepada Taruna-Taruni untuk menjaga kesehatan selama beberapa hari di Lombok. Dan kedatangan saat ini diharapkan terus berkelanjutan dengan menyebarkan ke seluruh keluarga dan kerabat,” pintanya.

Kedatangan Tim Gabungan Taruna se-ASEAN disambut di Pelabuhan Pelindo III Cabang Lembar oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (LANAL) Mataram, Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, GM Pelindo III Cabang Lembar, Baharudin, Danramil Lombok Barat, Kapten Marito, Kapolres Lombok Barat, AKBP Wengky Ahditiyo Kusomo, dan Sekda Lombok Barat, HM. Taufik.

Kesempatan ini, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (LANAL) Mataram, Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko menyampaikan, kedatangan Tim Gabungan Taruna se-ASEAN ini ke Lombok dalam rangka melakukan pelatihan pelayaran, sekaligus memperkenalkan obyek wisata dan sukunya. Kegiatan di Lombok akan berlangsung selama dua hari, dengan focus pengenalan budaya Sasak dan obyek wisatanya.

Latihan pelayaran Gabungan Taruna se-ASEAN ini merupakan kegiatan yang baru pertama dilaksanakan, dengan diinisiator oleh Lanal Indonesia. Peserta terdiri dari 10 negara, namun ada 2 negara yang absen mengikuti, yaitu Laos dan Brunei Darussalam. Masing-masing negara mengutus 4 Taruna dan 1 Perwira Pendamping. “Total semuanya 126,” jelasnya.

Melalui kegiatan pelatihan ini, efek yang diharapkan dapat memperkenalkan budaya dalam memperkuat persaudaraan para generasi ASEAN dalam pertahanan. Kegiatan  di Indonesia akan berlangsung selama 26 hari. Kemudian daerah yang dituju selain Lombok dengan suku Sasak, yaitu Bali dengan suku Bali, Ujung Pandang dengan Bugis dan Makasar, kemudian Mapan dengan suku Dayak, dan Semarang dengan suku Jawa.

“Kedepan kami berharap taruna sebagai generasi pemimpin masa depan, harus memperkenalkan diri sejak awal. Dan sudah melakukan seminar internasional baik perspektif budaya, hukum, dan pertahanan. Agar mampu menyatukan dalam memberikan dampak kepada negara-negara lain. Ini sudah kompak, itu juga dampak menghindari peperangan, keamanan laut bersama, termasuk batas-batas daerah, tidak ada perompakan,” tandasnya.

“KRI Dewaruci ini akan singgah hingga tanggal 14 September, dan masyarakat bisa mengunjunginya secara terbuka dan gratis,” pungkasnya. (*)