Berpengalaman di Bidang Reserse, Atensi Kasus Pencurian dan Narkoba

Berpengalaman di Bidang Reserse
DISAMBUT: Kapolda NTB, Irjenpol Tomsi Tohir saat disambut jajarannya di Mapolda NTB, kemarin.(DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)
Advertisement

LEBIH DEKAT DENGAN KAPOLDA NTB IRJENPOL TOMSI TOHIR

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTB berganti. Jabatan tertinggi di institusi kepolisian NTB itu kini dipangku Irjenpol Tomsi Tohir. Sebagai orang  yang baru, tentu sosoknya belum banyak diketahui publik. Satu catatan bahwa dia berpengalaman di bidang reserse.

MASYARAKAT mungkin belum banyak mengenal sosok  Inspektur  Jenderal Polisi, Tomsi Tohir yang kini resmi menjabat sebagai Kapolda NTB). Jenderal polisi bintang dua ini memiliki pengalaman di bidang reserse.  Beberapa jabatan pernah ia tempati, baik tingkat daerah maupun Mabes Polri.

Brigjen Pol Tomsi Tohir, lahir di  Bandar Lampung pada 30 Januari 1969. Ia merupakan alumni Akpol tahun 1990. Dua tingkat di bawah Irjenpol Nana Sudjana, mantan Kapolda NTB yang kini dimutasi menjadi Kapolda Metro Jaya. Sebelum menduduki jabatan Kapolda NTB, beberapa jabatan yang dilaluinya yaitu Kasatresmob Polda Metro Jaya tahun 2004.

Setahun setelah itu, ia menjabat Kasatkamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Jabatan tersebut juga diembannya hanya sekitar setahun. Pada 2006, ia kemudian menjabat sebagai Kasat III/Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Setelah itu dipindah sebagai Kapolres Pamekasan Polwil Madura Polda Jatim pada tahun 2007. Selanjutnya sebagai Kapolres Jombang Polwil Bojonegoro Polda Jatim pada 2009. Selesai itu, Tomsi Tohir kemudian menjabat sebagai Wakapolrestabes Surabaya Polda Jatim pada tahun 2010.

Selanjutnya dimutasi ke Kaden C Ropaminal Divpropam Polri pada tahun 2011. Hanya enam bulan di sana, Tomsi Tohir kemudian dimutasi menjadi Kabidpropam Polda Jatim. Selanjutnya pada tahun 2013 menjadi  Kabag Produk Ropaminal Divpropam Polri. Selesai di sana, Tomsi Tohir dimutasi lagi ke Dik Lemhannas 53 tahun 2015. Setahun di sana, ia dimutasi lagi sebagai Dirreskrimsus Polda Sumsel. Pada tahun 2017 ia dimutasi ke Sesropaminal Divpropam Polri. Setelah itu dimutasi menjadi Karowassidik Bareskrim Polri  pada tahun 2018.

Terakhir, posisi yang diembannya sebelum menjadi Kapolda NTB adalah sebagai Kapolda Banten. Hari pertama menginjakkan kakinya di NTB, Tomsi langsung takjub dengan suasana yang ada. Di sepanjang jalan yang dilaluinya terlihat begitu banyak masjid yang berdiri kokoh. Apa yang ia dengar tentang Lombok pulau seribu masjid ternyata benar adanya. “Saya sangat bersyukur. Sebagai muslim yang berdinas di daerah yang muslimnya mayoritas itu sangat membahagiakan,’’ ungkapnya.

Selain itu, ia juga merasa bangga terhadap tingkat toleransi masyarakat yang ada di daerah ini. Masyarakat yang berbeda keyakinannya dapat hidup tenang dan damai. “Selain itu mereka juga bisa saling bahu-membahu,” ungkapnya.

Disinggung mengenai tugas, Tomsi Tohir mengatakan bahwa akan melanjutkan program yang sudah ada. Selain itu juga akan ada inovasi-inovasi yang akan dilakukannya nanti. Kondusivitas di daerah menjadi hal yang paling utama. Tomsi Tohir menyinggung bahwa dalam waktu dekat ini bakal ada pemilihan kepala daerah (pilkada), baik walikota maupun bupati di beberapa daerah di NTB.  

Untuk itu, pihaknya akan mempersiapkan semaksimal mungkin terkait pengamanannya. Ia tidak menginginkan pelaksanaan pilkada nantinya terjadi hal-hal yang akan menagganggu kondusivitas di daerah ini.  Tomsi Tohir berharap kesadaran dari masyarakat untuk bisa sama-sama menjaga agar daerah ini tetap kondusisif sehingga tidak mengganggu pembangunan yang saat ini tengah berjalan. “Pada dasarnya pilkada itu adalah ajang untuk memilih pemimpin, bukan untuk mencari musuh. Perbedaan pilihan dalam pilkada merupakan hal yang wajar. Jangan sampai itu menjadi penyebab putusnya silaturahmi yang terjalin lama,” imbuhnya.

Selain pilkada, lanjut Tomsi, ia telah menerima laporan dari jajarannya bahwa di NTB ini ada beberapa permasalahan yang menonjol. Beberapa permasalahan tersebut di antaranya adalah kasus pencurian dan juga narkoba. Ke depannya, ia berkomitmen agar kasus tersebut dapat ditekan jumlahnya sehingga daerah ini bisa menjadi lebih baik ke depannya. Adapun mengenai pemberantasan tindak pidana korupsi itu juga tetap menjadi perhatiannya. “Sudah pasti,” tegasnya sambil meninggalkan lokasi. (**)