Berlaga ke China, Zohri Tidak Bisa Mudik

Lalu Muhammad Zohri
TEMPA DIRI: Lalu Muhammad Zohri, sprinter Indonesia asal Lombok Utara terus menempa diri dengan sejumlah latihan bareng dengan Justin Gatlin, sprinter andal Amerika Serikat, belum lama ini. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM — Jam terbang Lalu Muhammad Zohri kian padat. Sebagai sprinter yang diandalkan negara, berbagai laga penting telah menunggunya. Terbaru, Zohri diagendakan ke China mengikuti kejuaraan atletik Asian Grand Prix yang berlangsung pada 4-7 Juni 2019 mendatang.

“Zohri tidak dapat mudik ke kampung halamannya. Jadwal tandingnya makin padat. Lebaran nanti dia bakal berlaga di China,” kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, H Andy Hadianto, Selasa (28/5).

Diketahui, sejak beberapa bulan terakhir di 2019, sprinter asal Kabupaten Lombok Utara ini berada di ranking 19 dunia. Itu semua dijalani sebagai bagian dari upaya mengejar target limit Olimpiade.

BACA JUGA: Prestasi Zohri Diganjar Dua Rumah Baru

Di Kejuaraan Atletik Asia Grand Prix Malaysia lalu, Zohri berhasil amankan medali perak. Namun belum bisa amankan limit Olimpiade.

Tidak berhenti sampai di situ, pada kejuaraan atletik Asia di Doha, Qatar 21-22 April 2019 lalu, Zohri kembali diturunkan di nomor yang sama yakni 100 meter. Pada momentum itu, tanpa disangka kecepatannya berhasil memecahkan limit Olimpiade dengan catatan waktu yang cukup spektakuler 10,03 detik. Dari 10,13 detik saat tampil beberapa pekan di Grand Prix Malaysia.

“Wajar jam terbangnya makin padat, Zohri sekarang makin diperhitungkan dunia,” lanjutnya.

Pemuda yang bakal memasuki usia 19 tahun pada 1 Juli 2019 mendatang ini memang harus terus menambah jam bertandingnya. Ini sebagai persiapan mengikuti kejuaraan dunia bulan September 2019 mendatang.

BACA JUGA: Zohri Sprinter Asia Tenggara Pertama Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020

Andy menyebut, kehadiran Zohri untuk bangsa dan daerahnya sudah menjadi keharusan. Termasuk mengorbankan lebaran dan tidak bisa kumpul dengan keluarganya.

Apa yang dilakukan Zohri saat ini merupakan bagian dari perjuangan yang harus diapresiasi bersama. Karena dengan kesungguhan Zohri ini, tidak menutup kemungkinan prestasi Indonesia terangkat.

Dengan perjuangan Zohri sejak 2017 lalu, mulai dari juara dunia junior hingga tampil di kelas senior, Andy menaruh harapan besar jika Zohri kedepan mampu mengalahkan Justin Gatlin, si pelari Amerika Serikat yang pernah mengalahkan manusia tercepat dunia, Usain Bolt.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Kita doakan saja perjuangan Zohri, karena usianya juga masih sangat muda untuk meningkatkan kualitasnya,” pungkasnya. (rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid