Berkeliaran Bawa Sajam, ODGJ Diamankan

(IST FOR RADAR LOMBOK) DIAMANKAN: Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Karang Sukun, diamankan oleh Babinkamtibmas dan Babinsa, karena sering berkeliaran membawa senjata tajam, untuk kemudian dibawa ke RSJ Mutiara Sukma, Selagalas.

MATARAM – Aksi yang meresahkan warga kembali dilakukan orang dengan gangguan jiwa, IF, 50 tahun, warga Lingkungan Karang Sukun, Kelurahan Mataram Timur. Kali ini, IF berkeliaran sambil membawa senjata tajam (Sajam) jenis golok, dan mengancam warga yang ditemuinya. Beruntung aksinya itu tidak sampai menimbulkan korban, karena cepat diamankan oleh petugas keamanan, Babinkamtibmas dan Babinsa.

Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Mataram, Leni Oktavia mengatakan, Satgas Sosial yang sedang menjalankan patroli menerima laporan dari warga, terkait adanya aksi meresahkan yang dilakukan IF. “Sesuai laporan warga, dia membawa senjata tajam. Sehingga ini yang ditakutkan oleh warga,” katanya kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (22/12).

IF tidak bisa berkutik saat petugas melakukan penangkapan, dan berhasil mengamankan pula satu buah senjata tajam yang dibawanya. Menurut warga, IF kerap memukul tiang listrik menggunakan senjata tajam yang dibawanya, serta sering membuka pintu rumah salah satu warga. Selain itu, IF juga kerap mencabut tanaman di pekarangan rumah salah satu warga, melepaskan binatang peliharaan orang, dan juga berteriak-teriak di pasar.

Petugas dari Babinkamtibmas, Babinsa, Kaling, petugas dari Puskesmas Pagesangan dan Satgas Sosial akhirnya menjemput IF dirumahnya, untuk kemudian dibawa ke RSJ Mutiara Sukma, guna mendapatkan perawatan.

Sebelumnya, IF pernah melakukan hal sama di dalam Markas Polda NTB beberapa bulan lalu. Namun karena dia diketahui menderita ODGJ, akhirnya dikembalikan ke rumahnya. Pihaknya juga terus mengimbau warga untuk tetap waspada, dan melaporkan jika ada temuan-temuan orang gila lainnya yang meresahkan dan membahayakan.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H Muhtar mengatakan, untuk antisipasi dinas terkait harus lebih giat lagi melakukan patroli maupun pembinaan. “Masih banyak ditemukan di beberapa lokasi orang dengan gangguan jiwa. Kita minta ada langkah penertiban, serta pembinaan, termasuk untuk pemulihan kesehatan mereka harus diperhatikan. Apalagi ada warga Kota Mataram,” katanya. (dir)