Berkekuatan 106 Atlet, NTB Siap Tempur di PON Papua

KONFERENSI PERS : Tampak saat Ketua KONI NTB H Andy Hadianto didampingi Ketua Kontingen NTB H Mori Hanafi menyampaikan konferensi pers didepan awak media di Kantor KONI NTB, Selasa (7/9). (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua nanti, NTB bakal menurunkan 106 atlet. Dalam pelaksanaannya nanti, ada empat klaster yang ditetapkan sebagai tempat pertandingan dari 37 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON XX.

“Empat klaster di kabupaten/kota itu, yakni, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung dari tanggal 2-15 Oktober 2021 di Provinsi Papua,” kata Ketua Umum KONI NTB H Andy Hadianto, saat Jumpa Pers di kantor KONI NTB, Selasa (7/9).

Dikatakannya, kontingen NTB pada PON XX Papua, sudah ditetapkan berkekuatan 106 atlet, terdiri dari 66 atlet putra dan 40 atlet putri. Sebanyak 106 atlet NTB ini sudah mendapatkan pengesahan dari Komisi Keabsahan PB PON XX bersama 7.066 atlet secara keseluruhan dari 34 provinsi peserta PON XX Tahun 2021.

BACA JUGA :  Dua Pebalap MotoGP Beri Semangat Mario Aji

Pada PON XX nanti, sebanyak 106 atlet terbaik NTB dari 10 kabupaten/kota NTB akan bertanding di 115 nomor pertandingan dari 19 cabang olahraga yang diikuti. Dari 19 cabang olahraga itu, NTB telah menargetkan mampu meraih 17 medali emas PON XX.

Adapun target 17 emas itu diyakini akan datang dari cabor atletik, tinju, muaythai, tarung derajat, voli pasir, panjat tebing, karate dan kempo. Ke sembilan cabor itu dinilai cukup realistis menyumbang emas.

“Semoga cabor lainnya juga akan berjuang untuk turut memberikan medali untuk NTB,” harapnya.

BACA JUGA :  Ami Kembali Dipercaya Perkuat Timnas Putri

Sementara itu, Ketua Kontingen NTB sekaligus Ketua Pelatda PON NTB Gemilang H Mori Hanafi mengatakan, sejauh ini kondisi fisik serta mental atlet sudah sangat siap untuk tempur di perhelatan multi event olahraga nasional itu. Termasuk terkait kesiapan kualitas atlet yang bakal berlaga nanti.

Namun demikian, pihaknya tetap akan mengontrol keberangkatan atlet. Termasuk soal mengontrol kesehatan atlet sebelum berangkat. Artinya, 10 hari sebelum atlet berangkat, mereka akan dikarantina terlebih dahulu. Ini dilakukan guna mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan. Karena saat ini Covid-19 adalah tantangan bersama untuk dijaga.

“Kalau mental dan fisik atlet sudah siap. Tapi kita juga perlu melakukan karantina sebelum atlet berangkat,” tutupnya. (rie)