Beredar Pupuk Palsu, Petani Diminta Teliti

Ilustrasi pupuk palsu
Ilustrasi pupuk palsu

MATARAM—Adanya peredaran pupuk yang diindikasikan palsu menyerupai merk pupuk produk dari Petrokimia Gresik di sejumlah kabupaten di Provinsi NTB, hendaknya disikapi dengan bijak dan jeli oleh para petani. Peredaran pupuk palsu itu ditemukan di Dompu, Bima, Sumbawa dan juga sebagian di Pulau Lombok.

“Petani sebaiknya lebih jeli dalam membeli pupuk. Karena kalau salah beli, akan merugikan petani itu sendiri,” kata Petugas Promosi PT Petrokimia Gresik Wilayah Indonesia Timur, Bali, NTB dan TT,  Fardi Sumantyo kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (26/4).

Sebelumnya, marak beredar pupuk yang mereknya menyerupai pupuk produksi dari Petrokimi Gresik. Dimana produksi asli Petrokimia Gresik yang disebarkan untuk pupuk bersubsidi, yakni NPK Phonska. Namun merk pupuk palsu itu merknya ternyata hampir sama, yakni NPK Phoska, dimana terletak perbedaannya tidak ada hurup “N” saja.

Selain merknya menyerupai pupuk NPK Phonska resmi yang dikeluarkan PT Petrokimia Gresik, kandungan pupuk palsu juga akan sangat merugikan petani. Pasalnya kalau kandungan yang terdapat di pupuk asli dan resmi dari Petrokimia Gresik untuk Phonska mengandung KCL yang terdapat kalium untuk menyuburkan tanah. Sementara di Poska palsu terdapat tulisan di kantong kemasannya bertuliskan NCL, yang mengandung garam, dan justeru akan merusak tanaman padi petani.

Karena itu lanjut Fardi, petani hendaknya lebih teliti dan cerdas menjadi konsumen untuk menggunakan pupuk. Karena penggunaan pupuk yang menyerupai NPK Phonska tersebut akan merusak tanaman padi ataupun hortikultura petani.

“Kami tidak berani menyebut pupuk NPK Poska yang menyerupai NPK Phonska produksi petrokimia itu palsu. Karena dalam kemasannya itu ada izin Deptan dan lainnya. Kami lebih cenderung menyebutnya sebagai pupuk alternatif,” ucap Fardi.

Selain itu, sambung Fardi, untuk mengetahui pupuk NPK Phonska yang asli dengan yang tidak asli.  Phonska asli jika tangan dimasukkan ke dalam karung kemasan pupuk maka pupuk tersebut tidak menempel di tangan.

Berbeda halnya dengan pupuk tiruan Poska, jika tangan dimasukin ke karung kemasan, maka pupuk tersebut akan menempel dan berdebu. Selain itu, untuk NPK Phonska yang asli jika dicicipi di lidah akan terasa kecut asem seperti sprite. “Kalau ada debu menempel di tangan saat tangan dimasukkan ke dalam kemasan pupuk, maka dipastikan itu pupuk palsu,” jelas Fardi.

Sementara itu Pengurus Kelompok Kontak Tani dan Nelayan (KTNA) Kabupaten Lombok Barat, Hamka meminta kepada produsen dan distributor pupuk bersubsidi dalam hal ini PT Petrokimia Gresik untuk bisa mengkawal distributor dan penyalur pupuk dalam hal ini pengecer resmi untuk tidak diperkenankan menjual pupuk yang serupa. Karena akan bisa mengelabui dan  pastinya akan merugikan petani.

“Kita minta ada pengawasan yang lebih ketat terhadap pupuk palsu ini, karena sudah pasti akan merugikan petani,” katanya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid