Berdasarkan Hisab, Idul Fitri Jatuh Pada Minggu 24 Mei

PANTAU: Tim Rukyat Hilal Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB saat melakukan pemantuan hilal bersama BMKG Mataram (live streaming), Pemda Provinsi NTB dan Pimpinan Organisasi Masyarakat di Taman Rekreasi Loang Baloq Ampenan, Kota Mataram, Jumat (22/5/2020). (ist for radarlombok.co.id)

MATARAM—Tim Rukyat Hilal Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB telah melakukan Rukyat Hilal atau pengamatan hilal di Taman Rekreasi Loang Baloq Ampenan, Mataram, sejak pukul 16.00 Wita, sampai ghurub matahari (matahari terbenam), Jumat kemarin (22/5/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut, selain petugas dari Kanwil Kemenag Provinsi NTB, juga petugas dari BMKG Mataram (live streaming), Pemda Provinsi dan Pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas) di NTB.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, H. Muhammad Amin mengatakan, kegiatan dilakukan tidak seperti biasanya. “Awal Syawal tahun ini tim hisab rukyat Kanwil Kemenag Provinsi NTB, tidak mengundang lembaga dan instansi terkait, dalam rangka menyesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan dan physical distancing selama pandemic Covid-19, demi memutus mata rantai penyebaran virus corona di NTB,” katanya kepada radarlombok.co.id melalui keterangan tertulis.

Dikatakannya, jumlah tim yang turun melaksanakan rukyat hilal sangat dibatasi, dan hanya sekitar 10 orang saja, dan telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Ampenan (memohon izin berkumpul di tempat umum) selama rukyat hilal, dan pihak pengelola Taman Rekreasi Loang Baloq sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.

“Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Provinsi NTB telah melakukan perhitungan yang berkaitan awal bulan Syawal tahun 1441 Hijriyah, yaitu menghitung saat terjadinya Ijtima (konjungsi). Dan hasil hitungan kami, ijtima baru akan terjadi pukul 13.38 Wita besok pada hari Sabtu,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, tinggi hakiki hilal saat ini sekitar -4 derajat 00 menit 44 detik, yang berarti hilal masih jauh di bawah ufuk. Sehingga tidak memungkinkan untuk bisa di amati pada hari ini oleh seluruh tim pengamat hilal, baik di NTB maupun di seluruh titik pengamatan hilal di Indonesia, yang berjumlah 82 titik atau bahkan bisa lebih.

Ghurub Matahari (matahari terbenam) pada pukul 18:03:3 Wita, dan Ghurub Hilal 17:48:31 Wita. Dari data ini juga dapat dijelaskan bahwa hilal lebih dahulu terbenam daripada matahari, yang seharusnya hilal itu baru bisa teramati dengan baik apabila hilal terbenan setelah matahari terbenam terlebih dahulu.

Pada hari ini, kriteria hilal yang telah ditetapkan oleh MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) tidak berhasil dipenuhi oleh hilal, yaitu, kriteria hilal untuk dapat di rukyat, yaitu tinggi hilal minimal 2 derajat umur bulan sejak terjadinya Ijtima minimal 7 Jam, Jarak Sudut Matahari dan bulan 3 derajat Hari ini tinggi hilal-4 derajat 00 menit 44 detik, umur bulan sudah -7jam 35 menit 40 detik dan jarak sudut matahari dan hilal 0 derajat -14 menit 32 detik.

Selanjutnya, dari 82 titik/lokasi pengamatan hilal yang tersebar diseluruh Indonesia atau lebih, diperkirakan tidak akan ada yang berhasil melapor melihat hilal pada sidang isbath yang akan digelar pada sore hari ini di Kementerian Agama RI, yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama.

“Berdasarkan hasil hisab, awal bulan syawal akan jatuh pada hari Ahad Kliwon, tanggal 24 Mei 2020. Artinya jumlah hari pada bulan Ramadan ini digenapkan umurnya menjadi 30 hari (istikmal),” ungkapnya. (sal)