Berbahaya, Banyak Kendaraan Nekat Lewat Pusuk

NEKAT: Para pengemudi nekat melintas malam hari di jalur Pusuk saat hujan deras mengguyur. Tampak kepolisian sibuk mengatur lalu lintas yang macet. (IST/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Dikarenakan tengah dilakukan perbaikan, maka Pemerintah Provinsi NTB dan Kepolisian sepakat menutup jalur Pusuk (Lombok Utara-Lombok Barat) pada 12 September-13 Oktober 2021. Namun penutupan tidak total, hanya pada pukul 07.00 WITA sampai 18.00 WITA.

Selain tengah diperbaiki, penutupan jalur Pusuk di jam tertentu juga untuk menghindari kecelakaan dan kemacetan panjang. Mengingat jalur tersebut begitu licin akibat lumpur tebing yang dikeruk. Sehingga tak sedikit kendaraan besar terjebak dan memicu kemacetan.

Kendati jalur Pusuk hanya ditutup pada pukul 07.00 WITA sampai 18.00 WITA, bukan berarti di luar jam itu jalur Pusuk yang tengah konstruksi itu aman dilalui. Bekas-bekas lumpur di jalan saat hujan masih menjadi ancaman pengendara sehingga diimbau lewat jalur Senggigi. Namun nyatanya, masih banyak pengendara yang melintas jalur Pusuk saat malam hari.

BACA JUGA :  Bupati Lombok Utara Belum Putuskan 14 Calon Kepala SKPD

Seorang pengendara, Aji mengaku nekat melintasi jalur PusukĀ  meski kondisi medan berbahaya. Alasannya karena lebih dekat ketimbang melalui Senggigi. Pada saat melintas Aji mengaku tetap berhati-hati dan menunggu jam dibuka sesuai yang telah ditetapkan. “Tapi, yang berbahaya itu ketika hujan turun kemudian tanah longsor ke jalanan sehingga membuat jalanan licin, apalagi ada truk-truk besar yang melintas,” katanya kepada Radar Lombok, Selasa (21/9).

Pengendara lain, Mahardika berharap agar pembangunan cepat dituntaskan. Ia yang sehari-hari dari Lombok Barat menuju Lombok Utara untuk bekerja butuh efisiensi waktu dan jarak. “Semoga segera tuntas dikerjakan, dan memprioritaskan pengerukan tanah dengan menambah alat berat biar cepat tuntas,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR KLU Kahar Rizal mengatakan, jika masyarakat memaksa melintasi jalur tersebut tentu sangat mengkhawatirkan keselamatan di tengah pengerukan tebing. Kemudian konsentrasi kontraktor juga terganggu dalam mengeksekusi proyek tersebut sehingga menjadi penghambat. “Jadi masyarakat bersabar dulu sebentar karena sekarang tahap pengerjaan. Dengan pelebaran jalur, nanti lebih mantap dan nyaman dalam melintas,” katanya.

BACA JUGA :  Bupati Canangkan BBGRM ke-24 dan HKG PKK ke-45

Termasuk diimbau untuk tidak melintas malam hari. Karena jika memaksakan diri, maka khawatirnya ketika hujan, lumpur sisa pengerukan tebing akan meluap ke badan jalan. Apalagi lampu penerangan tidak ada. “Kalau tetap paksa diri melintas tentu sangatlah berbahaya. Sabar saja dulu,” ucapnya.

Ia menegaskan, pelebaran jalur Pusuk sudah lama diusulkan sejak periode pertama bupati, dan baru sekarang terealisasi. “Jadi, perjuangan merealisasikan jalan cukuplah lama, sehingga harus mengapresiasi tahapan pengerjaan saat ini,” pungkasnya. (flo)