Berawal dari Hobi, Film Pendek Karyanya Juara di Taiwan

Masyarakat NTB patut berbangga karena salah satu putra daerah baru saja memenangi The 2nd Immigrant and Migrant Short Film Awards untuk kategori Film Pendek Terbaik di Museum Nasional Taiwan, hari Minggu lalu (31/07). Dialah Mufid Salim asal Ampenan Kota Mataram.

————————–

AZWAR ZAMHURI – MATARAM

————————-

Puas dan bangga, itulah yang masih dirasakan oleh Mufid Salim atas keberhasilannya memenangkan sebuah ajang bergengsi di Taiwan dalam bidang videografi. Film pendek berjudul The Decision mampu menjadi yang terbaik. Semua itu tidak lepas dari sebuah hobi yang ditekuninya dengan serius sejak beberapa tahun terakhir.

Berangkat dari hobi Mufid di bidang fotografi dan videografi, bersama dua orang temannya menginisiasi terbentuknya Nyale Project. Sebuah tim yang fokus untuk memberikan ruang bagi orang lain yang ingin belajar dan mengembangkan diri di bidang tersebut. “Sekaligus kita bisa menyuarakan isu-isu sosial di sekitar kita yang dirasa perlu didengar oleh publik melalui media foto dan film pendek, itu yang penting,” ujar pria kelahiran 10 Juni 1989 ini.

Tim Nyale Project terdiri dari tiga orang mahasiswa Indonesia yang sedang S2 di National Taiwan University of Science and Technology jurusan Department of Business Administration, Taiwan. Mufid Salim sendiri dibantu Ayub Angga Direja asal  Banjarmasin dan Fahnurrieski Hidayat Tawaqal asal dari Yogyakarta.

Selain kuliah, Mufid juga mengisi kegiatan dengan bekerja paruh waktu sebagai pembawa acara untuk beberapa program berbahasa Indonesia bagi penduduk Indonesia di salah satu stasiun TV di Taiwan.  Mufid juga aktif sebagai pengurus inti di Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan dan Indonesia Diaspora Network di Taiwan serta perwakilan mahasiswa Indonesia di Global Young Leaders for Global Markets and CSR.

Dituturkan, meskipun dirinya berada di negara orang namun semangat dan kecintaan terhadap daerah sendiri sangat kental. Hal itu terbukti dengan Nama Nyale yang digunakan karena terinspirasi dari festival Bau Nyale di pulau Lombok yang cukup populer. “Karya-karya kami setidaknya bisa menyalakan inspirasi bagi masyarakat untuk terus optimis dan mengejar impian,” ucap pemuda yang masih lajang ini.

Mufid Salim merupakan putra pertama dari   Edy Susilo dan   Nurhidayah.  Ia adalah cucu dari TGH M Aminullah dan menjadi keturunan generasi keempat dari TGH Abdul Hamid Al-Maky, Ampenan.

Ide film pendek berjudul  The Decision, diproduksi karena sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Film tersebut mengisahkan tentang seorang ibu muda yang baru melahirkan seorang putri. Namun harus meninggalkan keluarganya untuk mengejar cita-cita melanjutkan pendidikan S2 di luar negeri.

Berkat keyakinan, dukungan dan do’a suami, anak serta keluarga besarnya, sang ibu muda bisa menyelesaikan studinya lebih cepat dari rata-rata dan bisa berprestasi dengan mengikuti konferensi ilmiah di tingkat internasional. “Melalui film ini, tim Nyale Project bisa memberikan alternatif sudut pandang kepada masyarakat terhadap ibu-ibu yang memutuskan untuk tetap menempuh pendidikan ataupun berkarir dan mengejar cita-citanya setelah berkeluarga,” terangnya.

Setelah menonton film tersebut, orang akan lebih sadar bahwa akan ada konsekuensi dari setiap pilihan. Namun bagaimana proses dan hasil ketika menjalani pilihan tersebut ditentukan oleh orang itu sendiri, bukan oleh gunjingan orang banyak. Oleh karenanya, setiap pilihan hidup orang harus diapresiasi, dihargai dan didukung.

Film   The Decision mendapat sambutan positif dari publik, karena dianggap menceritakan tentang pengorbanan yang juga dialami banyak orang. Sehingga karya film ini dianggap sebagai penyambung lidah mereka yang mengalami hal serupa. Bahkan, salah seorang bapak pernah mengirim pesan kepada tim untuk mengangkat kisah hidupnya yang juga harus meninggalkan keluarga di tanah air. “Semoga pemuda-pemuda di NTB bisa mengambil pelajaran, hobi yang positif kalau ditekuni akan membawa keberkahan,” tutup Mufid dari Taiwan.(*)