Berawal dari Keperihatinan, Limbah Plastik Dijadikan Paving Blok

Limbah Plastik Dijadikan Paving Blok
PERLIHATKAN: Kadirun, warga Desa Murbaya Kcamatan Pringgarata memperlihatkan paving blok yang terbuat dari campuran sampah plastik.( ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

INOVASI KADIRUN MENGUBAH SAMPAH MENJADI PUNDI RUPIAH

Keberadaan sampah plastik kerap menjadi masalah bagi sebagian orang Karena dianggap mencemari lingkungan. Namun di tangan Kadirun, 50 tahun, Warga Desa Murbaya Kcamatan Pringgarata, malah menjadikan sampah plastik menjadi berkah. Dia mengubahnya menjadi paving blok yang bernilai ekonomis.

KEBERADAAN sampah plastik yang kini menjadi momok menakutkan bagi lingkungan. Banyaknya sampah berserakan dan tidak bisa terurai sering kali menjadi penyebab terjadinya banjir. Namun, Kadirun berhasil mengolah limbah plastik menjadi paving blok. Hal ini sudah dilakukan sejak tiga tahun silam.

Kreativitas Kadirun ini berawal dari keprihatinan akan banyaknya tumpukan sampah yang berserakan di kampungnya. Tumpukan sampah yang praktis membuat kampungnya terlihat kumuh dan jorok. “Dulu sangat banyak sampah plastik yang berserakan tidak bisa terurai. Sampah ini sering kali menjadi penyebab terjadinya banjir. Melihat hal itu, saya kemudian mencari ide untuk memanfaatkan sampah tersebut, agar bisa di manfatkan dan diolah menjadi barang yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah,” ungkap Kadirun saat dihubungi Radar Lombok, Selasa (1/10).

Karena sehari-hari ia bekerja sebagai pembuat paving blok. Kadirun pun mendapatkan ide untuk menjadikan sampah itu sebagai salah satu bahan dalam membuat paving blok. Dengan alat sederhana dan dibantu anaknya, setiap Kadirun bisa memproduksi 20 keping paving blok. “Untuk membuat satu paving blok dibutuhkan waktu selama 30 menit. Tumpukan sampah plastik yang dicampur sedikit pasir setelah dibakar selama 25 menit,” jelasnya.

Setelah sampah mencair,  kemudian diangkat dan diletakan dalam cetakan lalu ditambahkan beberapa pecahan bata sebagai pemberat. Baru kemudian diproses selama 5 menit. Setelah itu, proses pembuatan yang sudah dilakukan selama 3 tahun itu bisa tuntas dilakukan. “Paving blok dari limbah plastik ini juga sudah dipasarkan ke beberapa tempat seperti Mataram dan Lombok Utara. Harga untuk satu meter paving blok seharga 200 ribu rupiah,” terangnya.

Meski dibuat dari limbah sampah plastik, tapi kualitas paving blok ini bisa dipastikan sangat kuat. Karena paving blok dari limbah plastik milik Kadirun ini sudah dilakukan uji coba di laboratorium Universitas Mataram (Unram). Hasil paving blok dari limbah plastik tersebut mampu menahan beban hingga 10.197 kilogram. “Kalau masalah kekuatan memang sudah teruji. Selain pembuatan paving blok dari sampah, saya juga mmembuat bata dari limbah kayu. Bahkan bata juga dan saya pakai untuk membuat dinding di depan rumah saya,” terangnya.

Dengan adanya inovasi pembuatan berbagai karya dari sampah ini, ia berharap selain bisa bermanfaat bagi ekonomi keluarga juga bisa membantu pemerintah dalam mengurai masalah sampah. Karena tidak bisa dipungkiri keberadaan sampah saat ini sangat mengganggu siapapun. “Kita berharap agar sampah dari limbah plastik ini bisa terus dimanfaatkan, karena memang pengelolaan limbah sampah plastik ini sangat jarang. Kalau tidak ada inovasi maka kita yakin akan tetap menjadi masalah,” tandasnya. (**)