BEM MIPA UNHAM Hadirkan Lentera Anak Negeri di Daerah 3T

UNHAM
PENGABDIAN : Mahasiswa BEM MIPA Universitas Hamzanwadi (UNHAM) melakukan pengabdian masyarakat di daerah 3T, di Sekaroh, Lombok Timur.

SELONG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas MIPA Universitas Hamzanwadi resmi membuka program “Lentera Anak Negeri”, Senin (14/5). Program ini dilaksanakan di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru yang masuk kategori daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).

Program ini merupakan inisiasi dari Departemen Sosial Masyarakat BEM Fakultas MIPA Universitas Hamzanwadi yang langsung terjun ke masyarakat untuk melaksanakan salah satu Tridarma Perguruan Tinggi  di bidang Pengabdian.

“Kegiatan ini berfokus pada pengembangan SDM, lingkungan sosial dan pariwisata,” kata Presiden BEM Fakultas MIPA Universitas Hamzanwadi Eki Tamara di Sekaroh Jerowaru, Selasa (15/2).

Ia menyebutkan, untuk kegiatan bidang SDM, setiap pagi panitia pergi mengajar ke sekolah yang berada di Dusun Telone dan untuk malam harinya panitia pergi mengajar mengaji di masjid di dusun Telone Desa Sekaroh.  Di bidang lingkungan, panitia sudah menjalin kerja sama dengan pemuda Dusun Telone untuk melakukan pembersihan sampah di bibir pantai yang berpotensi untuk dikembangkan oleh masyarakat terlebih pemuda sebagai pengelolanya.

BACA JUGA :  Hadirkan Soft Skill dan Pelatihan Success Skills 

“Sementara bidang pariwisata, panitia sudah berkomitmen dengan pemuda untuk mendekorasi salah satu pantai di Kawasan Dusun Telone,” terangnya.

Kegiatan ini juga didukung penuh oleh pihak kampus, dinas terkait dan masyarakat Desa Sekaroh, khususnya Dusun Telone sebagai lokasi posko mahasiswa dan sasaran pengembangan wisata, baik dari segi infrastruktur maupun dari segi pengelolaan.

“Untuk memenuhi tridarma perguruan tinggi yang ketiga, yakni pengabdian, kami BEM FMIPA mengambil lokasi yang sangat kekurangan, baik di bidang infrastruktur dan air bersih,” terangnya.

BACA JUGA :  Kemendikbudristek Sebut Pelaksanaan PKKM Unham Baik

Dikatakan, masalah utama di sini, yakni di infrastruktur khususnya akses jalan karena menyangkut masalah pariwisata, sosial, dan ekonomi masyarakat. Salah satu wisata yang sangat bagus disini yakni Pantai Pink 3, namun banyak yang masih belum mengunjungi karena belum dikelola dan akses jalan yang kurang mendukung membuat pengunjung mikir 2 kali untuk berkunjung.

Kedepan ia berharap, pemerintah daerah memperhatikan kawasan ini. Memperhatikan semua infrastruktur dan pendukungnya agar kawasan ini tidak lagi menjadi daerah tertinggal.

“Saya yakin apabila akses jalan disini Dusun Telone ini bagus, maka masalah yang di atas akan satu-persatu akan bisa menemukan titik terang,” ujarnya. (luk)