Belum Serahkan Dana BOS, Dikbud Gandeng Inspektorat Audit Sekolah

Ilustrasi Audit
Ilustrasi

SELONG – Masih adanya sekolah yang belum menyerahkan laporan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga saat ini membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur geram.

Pasalnya, laporan penggunaan dana BOS ini sejatinya akan diserahkan akhir 2017 kemarin. Namun tenggat waktu itu tidak diindahkan semua sekolah yang menerima dana BOS. Akhirnya, hingga saat ini terdapat ratusan sekolah yang belum menyerahkan laporan.

“Kalau sampai bulan ini masih ada sekolah yang belum menyerahkan dana BOS, dengan terpaksa kita akan menggandeng inspektorat untuk melakukan audit khusus,” kata Kabid Dikdas Dikbud Lotim, Muhir, Rabu (7/3).

Audit ini disebutnya perlu dilakukan lantaran belum diketahui secara pasti kenapa sekolah-sekolah belum menyerahkan laporan penggunaan dana BOS. Padahal, sebelumnya, semua kepala sekolah yang ada di Lombok Timur sudah diberikan bimbingan teknis.

Selain kepala sekolah yang diberikan bimbingan teknis, juga diberikan ke semua bendahara sekolah dan operator sekolah tentang tata cara menyusun laporan penggunaan dana BOS. “Kalau kita tidak pernah memberikan bimbingan kepada sekolah ini wajar tidak bisa menyusun. Tapi kita sudah memberikan, tapi hingga saat ini kok masih belum mengumpulkan,” katanya.

Guna penyusunan dan penyampaikan dana BOS, sejak beberapa hari kemarin Dikbud Lotim meminjam ruangan inspektorat menggelar pelatihan dan bimbingan. “Saya bersama Inspektur meminta kepada semua kepala sekolah untuk menyelesaikan laporan ini. Bahkan, pengerjaannya hingga pukul 22.00 Wita,” akunya.

Ia menyampaikan, dana BOS yang diterima masing-masing sekolah jumlahnya berbeda dari sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. Yang jelas untuk Kabupaten Lombok Timur pemerintah gulirkan dana ratusan miliar untuk membayar dana BOS ini.

“Pada saat sudah menerima dana BOS, giliran diminta laporannya tidak bisa diberikan. Bahkan sampai hari kemarin saja tercatat 583 sekolah yang belum berikan laporan dari jumlah keseluruhan sebanyak 750 sekolah,” pungkasnya. (wan)