Belum Serah Terima, Rusunawa Bintaro tak Bisa Ditempati

RUSUNAWA BINTARO: Meski pembangunan Rusunawa Bintaro telah rampung, namun belum dapat ditempati karena belum diserah terimakan. (alimaksum/radarlombok)

MATARAM—Meski pembangunannya sudah rampung, namun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi para nelayan di Kelurahan Bintaro, Kota Mataram, hingga kini belum bisa ditempati.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Mataram, M. Nazarudin Fikri mengatakan ada 43 unit Rusunawa yang sudah rampung dikerjakan. Hanya saja belum diresmikan. “Iya ada sekitar 43 kamar yang diprioritaskan nanti untuk tinggal di Rusunawa,” jelasnya, Senin (17/1).

Dikatakan Fikri, sapaan akrab mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram ini, pembangunan Rusunawa sebenarnya sudah rampung pada bulan Desember tahun 2021. Akan tetapi bangunan tersebut belum bisa ditempati, mengingat belum ada penyerahan langsung dari pemerintah pusat.

BACA JUGA :  Proyek Penataan Taman Sangkareang Akhirnya Rampung

Diakui, pihaknya tinggal menunggu perintah dari Dirjen Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait serah terima bangunan Rusunawa tersebut.

“Belum lama ini Dirjen kementerian PUPR datang merekomendasikan supaya akses jalan masuk ke Rusunawa diperbaiki dan dikelola dengan baik. Terutama di pematang lahan 10 meter menuju Rusunawa, baik izin pematangan lahan, workshop dan pasar ikan agar mudah dikelola. Dan tahapannya tinggal menunggu penyerahan kunci, baru kemudian peresmian sebelum ditempati masyarakat,” jelasnya.

Nantinya kata Fikri, nelayan yang tinggal di Rusunawa akan dibebankan sewa bangunan. Tetapi untuk lebih detainya berapa nominal biaya sewa yang ditarifkan perbulan, belum bisa dipastikan.

BACA JUGA :  Proyek Penataan Taman Sangkareang Akhirnya Rampung

“Belum dipastikan biaya sewa berapa dan itu (penetapan biaya sewa Rusunawa) bukan kapasitas saya untuk menjawab. Tapi itu kewenangan Pak Wali Kota. Saya hanya mengelola dan merawat saja. Tetapi kalau kita lihat dari sewa Rusunawa sebelumnya ya kemungkinan Rp 100 ribu per bulan,“ katanya.

Program Rusunawa di Kelurahan Bintaro, Kota Mataram sendiri baru dimulai bulan Oktober 2021. Program ini diperuntukkan bagi nelayan yang rumahnya dekat dengan bibir pantai. Adapun anggaran yang digelontorkan sebanyak Rp 19 miliar, yang bersumber dari dana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (cr-rat)