Belum Penuhi Janji Politik, Sukiman Minta Maaf

MAULID: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemkab Lotim di Masjid Al-Ijtihad Desa Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji. (M.Gazali/Radar Lombok)

SELONG– Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, H.Sukiman Azmy- H. Rumaksi, telah genap dua tahun. Selama dua tahun ini, masih ada janji politik sebagaimana yang tertuang dalam visi-misi yang belum dipenuhi. Terlebih diawal kepemimpinan Sukiman-Rumaksi dihadapkan dengan bencana gempa dan kini dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Kondisi ini menyebabkan berbagai program prioritas tertunda.”Saya minta maaf ke masyarakat Lombok Timur. Selama dua tahun apa yang menjadi visi dan misi belum bisa dituntaskan. Sebab selama dua tahun ini kita dihadapkan dengan bencana gempa dan Covid-19. Sehingga dalam kurun dua tahun itu kita lebih fokus menyelesaikan bencana ini,” terang Bupati Sukiman saat menyampaikan pidato saat maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemkab Lotim di Masjid Labuhan Haji, Sabtu (31/10).

Berbagai program prioritas yang menjadi bagian dari janji politik ke masyarakat Lotim tentunya akan menjadi PR yang harus dipenuhi di sisa waktu tiga tahun mendatang. Semua  itu akan dipenuhi dengan   bekerja lebih maksimal.” Kalau kita bisa berandai, tidak ada gempa bumi, Corona, tentu sudah banyak yang sudah kita bisa perbuat dalam waktu dua tahun. Terutama upaya kita untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Di sisa waktu tiga tahun ini, lanjutnya,  telah dirancang berbagai program untuk mewujudkan visi dan misi. Semua program yang telah dijanjikan ke masyarakat diharapkan bisa dilaksanakan dengan sebaik mungkin dan sesuai harapan.

Lebih lanjut Sukiman juga menyampaikan terkait makna peringatan maulid nabi. Kata dia, momentum peringatan hari kelahiran manusia yang paling mulia di muka bumi ini harus dijadikan sebagai tolak ukur dalam meningkatkan kualitas diri. Yang paling penting adalah bagaimana bisa meneladani prilaku Muhammad SAW.”Salah satu  yang harus kita teladani dari baginda Nabi adalah kesesuaian kata dan perbuatan. Terlebih di tengah kondisi kita menghadapi bencana pandemi Covid-19 ini,” tandas Sukiman.(lie)