Belum Ada Tamabahan Jatah Kuota Haji

H Ali Fikri
H Ali Fikri.( FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Jatah kuota calon jamaah haji (CJH) untuk Provinsi NTB tahun 2020 ini tak bertambah. Meski Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI telah menjalin MoU dengan pihak Arab Saudi.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag NTB, H Ali Fikri. “Kita masih diberikan kouta yang lama, 221 ribu. Dengan kouta itu, kita di NTB kembali ke awal dengan formasi 10 keloter. Kita dapat jatah 4.476 orang. Mudahan-muhadan dengan kunjungan kedua dalam rangka melihat kondisi kesehatan kita bisa dikembalikan dengan 11 keloter seperti tahun kemarin,” ungkapnya saat ditemuai Radar Lombok di Kanwil Kemanag NTB, Rabu (15/1).

Dikatakan Fikri, meski pada 2019 lalu dengan adanya kunjungan Presiden RI ke Arab Saudi dengan diberikan kouta tambahan sebanyak 10 ribu yang langsung diberikan oleh Raja Arab Saudi. Namun itu berlaku secara nasional, tidak ada khusus untuk satu provinsi. Sehingga sekarang melalui Kementerian Haji Indonesia termasuk Kementerian Haji Arab Saudi masih menggunakan kuota lama, apalagi untuk NTB sendiri. “Tapi kita berharap semoga ada perubahan kita mendapatkan 10 ribu lagi, jadi kita masih bisa mendapatkan 1 kloter lagi,” harapnya.

Fikri juga berharap meski saat ini kuota haji NTB masih seperti tahun sebelumnya, lantas pihaknya tidak kemudian untuk tetap berusaha agar bisa mendapatkan tambahan kouta haji untuk NTB. Karena masih ada peluang sebelum ada penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang rencananya akan ditetapkan pada Februari 2020 mendatang. “Sebelum sampai penetapan BPIH, kita masih berharap ada tambahan, karena kita dengar komisi VIII DPR RI dijadwalkan awal minggu pertama Februari untuk ditetapkan BPIH. Karena kouta itu langsung kita diberikan oleh Arab Saudi, kalau BPIH-nya itu antara Kementerian Agama dengan komisi VIII,” katanya.

Fikri juga mengatakan, inovasi baru yang nantinya akan diterapkan kepada jamaah haji asal NTB pada penyelenggaran haji tahun 2020 ini akan meningkatkan pelayanan maksimal kepada jamaah. “Ada inovasi terbaru kita pada 2020, saat dil okasi nanti kepada jamaah salah satunya adalah konsumsi korporat istilahnya. Kita akan memberikan full makan di Makkah, jadi yang sebelumnya hanya kita berikan 40 kali. Sekarang kita akan nanti berikan 50 kali, sehingga jamaah tidak perlu bawa beras. Tapi cukup menyiapkan manasik haji sehingga mereka bisa beribadah dengan khusuk,” terangnya. (sal)