Belum Ada Siswa NTB di Sekolah Penerbangan LIFT

Capt Abbas Yahya Ali (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Keberadaan Sekolah Tinggi Penerbangan Lombok Institus Of Fligh Technologi (LIFT) cukup membanggakan. Pasalnya sudah banyak lulusan terbaiknya berkerja diberbagi maskapai-maskapai penerbangan nasional maupun internasional.

Hanya saja, meski berada di NTB, sampai sekarang belum ada siswa asal NTB yang sekolah di LIFT.

Kepala Sekolah LIFT Capt Abbas Yahya Ali mengakui jika selama sepuluh tahun LIFT operasional mendidik siswa dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk luar negeri, namun siswa asal NTB hingga saat ini belum ada melanjutkan pendidikan di sekolah penerbangan LIFT yang berada di eks Bandara Selaparang, Ampenan Mataram ini.  

“Belum ada putra-putri asal NTB yang menempuh pendidikan di LIFT. Masih orang luar saja, ada dari luar negeri, kemudian dari Jakarta, Kalimantan, Jawa, bahkan 10 orang peserta didik kami berasal dari Papua murni dibiayai oleh pemerintah daerah mereka,” kata Capt Abbas kepada Radar Lombok, Rabu (30/9).

LIFT merupakan satu-satunya lembaga pendidikan penerbangan di wilayah Indonesia Timur yang berada di Ampenan Kota Mataram Provinsi NTB. Keberadaan LIFT sudah tidak perlu diragukan lagi. Sejak berdiri 2011 nama Lombok Institute of Flight Technology (LIFT) dengan mengantongi nomor izin Pilot School Certificate 141D-012 dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara, menjadi sekolah terlengkap yang dapat mencetak SDM mumpuni dibidang penerbangan. 

Jumlah siswanya saat ini sekitar 16 orang, itupun berasal dari luar daerah dan luar negeri. Mulai dari Jakarta, Kalimantan Tengah, Papua, Saudi dan Australia. Dan akan ada siswa baru yang akan ikut program belajar pada Oktober nanti sebanyak empat orang, satu orang diantaranya dari Lombok Timur.

“Ya ada 16 orang yang masih menempuh pendidikan, sementara angkatan yang baru akan mulai program belajar Oktober ini baru mereka empat orang. Jadi anak dari Lombok Timur itu memang menggunakan biaya pribadi sendiri tidak ditanggung pemerintah,” terangnya.

Upaya untuk mendorong pemerintah daerah dalam hal ini Pemprov NTB agar bisa membantu putra-putri asal NTB bisa sekolah di LIFT, Abbas mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah beberapa bulan lalu. Pada saat itu ada komitmen dari orang nomor satu di NTB untuk membantu putra-putri NTB bisa sekolah di LIFT dengan dibantu pembiayaan. Tapi hingga saat ini masih sedang diproses apakah komitmen tersebut bisa terealisasi atau hanya sekedar keinginan saja.

“Hasil pertemuan kita sama pak Gubernur bulan lalu, saat ini masih ditindak lanjuti oleh Kepala Dinas Pendidikan. Tetapi LIFT masih agenda pertemuan dengan kepala Dinas Pendidikan yang sudah disepakati hari Senin nanti kita akan melakukan pertemuan,” ujarnya.

Ia berharap peran pemerintah daerah dalam hal ini Pemprov NTB, benar-benar serius ingin membatu putra-putri asal NTB bisa menempuh pendidikan di LIFT, tentu mengenai biaya akan diberikan keringanan khusus.

“Kalau biaya khusus anak NTB kita beri keringan dengan biaya sampai selesai sebesar Rp 800 juta, dan biaya itu sudah termasuk biaya keseluruhan, tidak ada lagi biaya tambahan sampai lulus,” sebutnya.

Untuk mendukung proses pembelajaran di LIFT, sudah adan berbagai fasilitas belajar yang cukup lengkap. Hingga kini, LIFT telah berhasil mencetak lulusan lulusan pilot yang siap bersaing di industri penerbangan nasional dan internasional. Sudah meluluskan mulai angkatan pertama hingga angkatan 16 sekitar ratusan orang pilot yang sudah bekerja di  maskapai penerbangan dalam dan luar negeri.

“Ya sudah banyak lulusan kita. Kalau dari angkatan pertama sampai angkatan 16, sekitar 100 orang lebih sudah selesai menempuh pendidikan disini dan semua sudah berkerja,” katanya. (sal)