Belum Ada Paslon Seriusi Masalah Penyalahgunaan Narkoba

Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi

MATARAM – Penyalahgunaan narkoba di NTB kian mengkhawatirkan di kalangan usia produktif. Sayangnya permasalahan penyalahgunaan narkoba ini dinilai oleh Pegiat Anti Penyalahgunaan Narkoba, Eka Christin belum menjadi permasalahan yang diseriusi untuk diperangi dalam berbagai kampanye Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Pilkada 2018. “Saya kira dari gambaran visi-misi dan program dipaparkan paslon, belum ada keseriusan memerangi penyalahgunaan narkoba di NTB,” ujar Eka kepada Radar Lombok, Senin kemarin (19/3).

Menurutnya, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba berikut penyebarannya di NTB perlu ada sinergitas dan kerja sama dari semua pihak, utamanya dukungan dari Pemprov NTB. Termasuk dalam penanggulangannya. Bagi Eka, pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba sangat erat kaitan dengan keberlangsungan generasi penerus harapan bangsa ke depan.

Oleh karenanya, Ibu satu anak ini pun berharap paslon manapun nanti yang keluar sebagai pemenang berkomitmen dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Sekaligus memberikan perhatian dan kepedulian terhadap mereka yang menjadi korban dari penyalahgunaan narkoba. Pasalnya selama ini ada diskriminasi sosial harus diterima mereka yang menjadi korban penyalahgunaan barang haram tersebut. Selain itu para korban juga harus menerima stigma negatif sebagai mantan pengguna narkoba. Sehingga kerap pula memperoleh perlakuan tidak adil. Misalnya, sulit memperoleh pekerjaan dan lain sebagainya. Perlu ada kebijakan dari Pemprov NTB nantinya untuk bisa menghilangkan diskriminasi bagi mantan pecandu narkoba dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka. “Jumlah mereka (Mantan pecandu narkoba, red) cukup banyak di NTB. Mereka ini adalah kaum termarjinalkan selama ini. Sehingga ini harus menjadi perhatian serius bagi pemimpin NTB ke depan,” harapnya.

Pihaknya pun dari AKSI NTB bekerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya sudah melakukan berbagai upaya dan langkah untuk menanggulangi dan mencegah penyalahgunaan narkoba. Tetapi pihaknya memiliki keterbatasan, baik dari sisi SDM dan finansial. Sehingga sangat perlu ada dukungan dan sinergitas dengan pemda, yang memiliki perangkat birokrasi, finansial dan sebagai pengambil kebijakan.

Dengan ada sinergitas dan program memadai dari pemda bagi proses rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba, maka ditargetkan lebih banyak korban bisa diselematkan dan direhabilitasi.

Pekerja sosial pendampingan korban narkoba, Makbul menambahkan, pihaknya siap memberikan masukan dan saran kepada siapapun yang nantinya menang, terkait program pemulihan dan rehabilitas bagi korban narkoba. “Prinsipnya, kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mencegah lebih banyak korban lagi dari penyalahgunaan narkoba,” tandasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut