Beli Tiket MotoGP Palsu, Penonton Asal Jakarta Rugi Rp 70 Juta

TIKET: Calon penonton MotoGP berdesakan menukarkan tiket di Eks Bandara Selaparang. (ABDURRASYID EFENDI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Membeli tiket MotoGP lewat calo, Adam Gazali asal Jakarta malah kena tipu. Adam membeli tiket tersebut secara online dari calo inisial H dari Kota Mataram.

Dikatakan Adam, ia mengetahui H ini menjual tiket MotoGP dari rekan kerjanya. Tiket yang dipesan pun sebanyak 32 tiket dengan berbagai jenis. Ada wekeend pas Zona K-orange, Grandstand Zona B, Grandstand reguler Zona I. Sayangnya, tiket yang dibeli itu paslu. “Dari 32 tiket itu, saya mengalami kerugian sekitar Rp 70 juta,” kata Adam saat dihubungi Radar Lombok, Jumat (18/3).

Diungkapkan, metode pembelian yang digunakan secara online, tepatnya via WhatApp. Adapun tiket yang sudah dipesan tersebut dikirimkan oleh H dalam bentuk tiket elektronik, lengkap dengan barcode dan juga logo MotoGP.

BACA JUGA :  Dua Kali Kabur, DPO Narkoba Akhirnya Tertangkap

Adam baru tahu tiket yang dibeli dari H ini palsu, ketika mendatangi lokasi penukaran tiket di Eks Bandara Selaparang. Namun barcode di tiketnya tersebut tidak bisa terbaca. “Jadi pas hari pertama penukaran tiket, saya suruh teman saya untuk print tiketnya di Eks Bandara Selaparang, pas nyampe sana ternyata kata petugasnya tiketnya tidak terdaftar,” sebutnya.

Tidak terima dengan kejadian yang menimpanya, ia menghubungi H dan mendatangi Mapolda NTB untuk membuat laporan pada Rabu (16/3) kemarin.

Namun saat melapor, pihak kepolisian mempertemukan mereka untuk dilakukan mediasi. Dan dari hasil mediasi, H bersedia mengembalikan uang Adam dalam tenggat waktu 1×24 jam yang sudah disepakati secara bersama. Jika uangnya belum dikembalikan oleh H, ia akan melanjutkan laporan. “Saat mediasi itu, H ini hanya baru mengembalikan sebesar Rp 4 juta,” sebutnya.

BACA JUGA :  Motor Turis Irlandia Raib

Kendati mengalami kerugian atas pembelian tiket palsu tersebut, Adam tetap beriktikad baik dan bertanggung jawab untuk menggantikan tiket untuk rekan-rekannya.

Atas kasus yang menimpanya, ia berharap agar aparat kepolisian untuk mengusut tuntas permasalahan ini. Agar hal serupa tidak terjadi lagi terhadap orang lain.

Sementara Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto saat dihubungi awak media mengatakan, kasus yang menimpa pria asal Jakarta tersebut masih dilakukan penelusuran. “Kita dari pihak kepolisian pasti akan menyelidiki kasus itu,” katanya. (cr-sid).