Beli Sabu, Tiga Remaja Curi Tutup Drainase

JUMPA PERS: Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi saat gelar jumpa pers, Senin (13/9).(DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Tim Sat Reskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap pelaku pencurian penutup drainase di sepanjang Jalan Pejanggik, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Ada tiga remaja diamankan, yakni B (19), Z (15) dan R (15). “Dua di antaranya masih di bawah umur yaitu Z dan R. Ketiganya diamankan di rumahnya masing-masing. Untuk tersangka B kita amankan kemarin. Sedangkan yang duanya tadi pagi,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, Senin (13/9).

Ketiga remaja ini mencuri tutup drainase sejak Agustus lalu. Aksinya dilakukan pada dini hari saat sepi. Modusnya dengan menggoyang tutup drainase sehingga sedikit terbuka kemudian diangkat dan didorong hingga penutup drainase tersebut terlepas. Setelah itu pelaku membawanya menggunakan sepeda motor.

BACA JUGA :  Pelarian Napi Rutan Selong Berakhir di KLU

Dari aksinya sejak Agustus lalu hingga sekarang, total 12 penutup drainase dicuri. Barang tersebut kemudian dijual kepada seseorang berinisial M (52) seharga Rp 1,9 juta. “Uangnya digunakan untuk membeli sabu dan bermain judi,” bebernya.

Terhadap pelaku penadah, polisi juga telah mengamankannya. Namun dari 12 buah tutup drainase yang dibeli dari pelaku itu, tinggal 6 buah. Sisanya telah dikirim ke Surabaya. “Yang 6 buah sudah diamankan untuk dijadikan barang bukti,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, ketiga remaja terancam dijerat pidana Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun. Meski dua di antara ketiga pelaku masih di bawah umur, Heri menegaskan tetap memproses. “Untuk penanganannya nanti kami akan berkoordinasi dengan bapas (balai pemasyarakatan),” ujarnya.

BACA JUGA :  Curi Laptop, PS Ditangkap

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram M Nazaruddin Fikri mengatakan bahwa pihaknya sering kali mengalami kehilangan tutup drainase. “Jika ditotalkan, ada 57 buah yang hilang. Kerugian yang ditimbulkan ada Rp 57 juta,” bebernya.

Untuk itu ia mengapresiasi langkah cepat polisi. Ia yakin selain ketiga pelaku ini, ada juga komplotan lain. Untuk itu ia mendorong kepada pihak Kepolisian agar bisa mengungkap seluruhnya. “Harapan kami bisa diusut seluruhnya,” ucapnya. (der)