Beli Buah, Uang Rp 60 Juta Raib

IDENTIFIKASI : Petugas SPKT Polresta Mataram melakukan identifikasi awal kasus pencurian modus pecah kaca mobil di Jalan R Soeprapto, Senin (13/7). (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)
IDENTIFIKASI : Petugas SPKT Polresta Mataram melakukan identifikasi awal kasus pencurian modus pecah kaca mobil di Jalan R Soeprapto, Senin (13/7). (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)
Advertisement

MATARAM – Aksi pencurian modus kepruk kaca mobil kambuh lagi. Aksi kriminal ini kembali terjadi di Jalan R Soeprapto Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Korbannya adalah Uzaemi, 54 tahun, seorang PNS PUPR Provinsi NTB. Uang Rp 60 juta raib seketika digondol perampok yang beraksi siang bolong, Senin (13/7).

Kejadiannya sekitar pukul 15.30 wita. Bermula usai korban mencairkan uang di BNI di Jalan Langko. Setelah itu langsung menuju barat dan singgah sebentar untuk membeli buah di Jalan R Soeprapto. Baru saja turun membeli buah, kaca depan mobil Mitshubishi Strada berpelat merah B 9912 HO dipecahkan pelaku. Uang yang disimpan di tas keresek warna hitam dan ditaruh di bawah jok depan sebelah kanan dibawa kabur pelaku. ‘’Kejadiannya sangat cepat. Baru saja saya turun membeli buah. Kaca mobilnya langsung dipecah. Uang saya di dalam keresek hitam diambil,’’ tuturnya dengan wajah masih pucat saat menuturkan kejadian pencurian yang dialaminya, kemarin.

Mengetahui uangnya dicuri, Uzaemi tidak berdiam diri. Pria kelahiran Lombok Barat itu langsung mengejar pelaku. Namun pelaku kabur melawan jalur menggunakan sepeda motor. ‘’Langsung dia lari ke utara. Tidak bisa saya kejar sudah jauh,’’ katanya.

Uzaemi mengaku sama sekali tidak ada firasat. Setelah keluar dari bank, tidak ada gelagat mencurigakan yang dirasakan. Dia pun langsung menuju penjual buah di Jalan R Soeprapto. ‘’Kalau tahu saya dibuntuti. Tidak akan saya ke sini,’’ sesalnya.

Wajahnya masih saja pucat saat bercerita. Terlebih uang tersebut sangat diperlukannya kini hilang dicuri penjahat. ‘’Itu uang pribadi saya. Mau saya pakai bayar tukang pengerjaan proyek. Sama sekali saya tidak tahu ciri-ciri pelaku,’’ terangnya.

Pedagang buah keliling, Bayu mengaku seorang pelaku sempat membeli buah nanas jualannya. Saat itu, ia berjualan tak jauh dari mobil korban. Setelah menyerahkan kembalian uang, pelaku langsung memecahkan kaca mobil korban menggunakan helm. ‘’Cepat sekali kejadiannya. Dia pecahkan kaca mobil dengan helm terus lari ke utara. Di sana sudah menunggu salah seorang temannya. Tapi saya sepintas saja tidak begitu tanda orangnya,’’ katanya.

Saksi lainnya, Khairun lebih jelas lagi menerangkan, pelaku menggunakan helm dan tidak memakai masker. Dia jelas melihat pelaku memecahkan kaca mobil dengan helm. Kemudian memasukkan setengah badannya ke mobil dan mengambil keresek berwarna hitam. ‘’Yang jelas dia pakai helm dan headset. Yang beli buah itu satu orang. Satunya lagi menunggu di utara. Saya ingat betul orangnya. Saya tanda orangnya. Kalau saya tahu dia mau nyuri saya tendang motornya,’’ terangnya.

Sesaat setelah kejadian, petugas SPKT Polresta Mataram langsung turun ke lokasi. Lima orang petugas SPKT langsung melakukan identifikasi dan pemeriksaan saksi-saksi di lapangan. Termasuk Kasubag Humas Polresta Mataram, Iptu Erny Anggraeni juga turun ke lokasi. ‘’Tadi kita terima laporan, petugas SPKT sudah melakukan identifikasi awal,’’ ungkap perempuan murah senyum ini. (gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid