Belasan Ribu Peserta Hadiri Apel Siaga Sako Pramuka Kementerian Agama

Belasan ribu anggota pramuka dari unsur madrasah se Lombok Timur menggelar apel siaga di Lapangan Masbaik.

SELONG – Sebanyak 15 ribu peserta menghadiri Apel Siaga Satuan Komunitas Pramuka Ikhlas Beramal (Sako Pramuka IB) Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, di Lapangan Gotong Royong Selong, Lombok Timur, Sabtu (22/6).

“Alhamdulillah, hadir sekitar 15 ribu menggunakan seragam pramuka, mulai dari ASN Lingkup Kemenag Lombok Timur, Pengawas, PPPK, Kepala KUA, Penyuluh, KKM, Guru Madrasah Negeri dan Swasta Guru PAI Se-Lombok Timur, serta siswa-siswi anggota pramuka,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi NTB H Zamroni Aziz.

Ia mengapresiasi Kemenag Lombok Timur beserta jajaran telah menginisiasi dan mengawali penyelenggaraan Apel Siaga Satuan Komunitas Pramuka Ikhlas Beramal. Zamroni menyebut jika ini bisa menjadi icon, pecontohan bagi seluruh kabupaten/kota. Bahkan, bukan hanya di Nusa Tenggara Barat, Lombok Timur akan mencatat sejarah bahwa Komunitas Pramuka Ikhlas Beramal di Lombok Timur akan diikuti oleh kabupaten/kota se-Indonesia.

Baca Juga :  DPW Kemenag NTB Santuni 200 Anak Yatim dan Dhuafa

Menurutnya, pengukuhan Satuan Komunitas Pramuka Ikhlas Beramal ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan peran dan partisipasi Pramuka dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang keagamaan.

Sako Pramuka Ikhlas Beramal diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengajarkan kedisiplinan dan keterampilan.

“Pramuka mengajarkan anak-anak kita disiplin, cakap, keterampilan, karena hari ini tidak cukup dengan pintar dan cerdes, tapi hari ini dibutuhkan terampilan. Saya yakin Pramuka yang bisa menjawab semua itu,” tutur Zamroni.

Baca Juga :  ASN Kemenag NTB Diingatkan Jaga Netralitas Pemilu 2024

Zamroni mengingatkan seluruh jajarannya untuk fokus bekerja sesuai dengan tufoksi masing-masing, yang bergerak menjadi guru, fokus kepada gurunya, yang bergerak di dunia pendidikan, fokus dengan dunia pendidikan. ASN, Penghulu, Penyuluh berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk tetap fokus bekerja sesuai dengan tupoksinya.

“Urusan Pilkada adalah urusan partai politik, urusan Pilkada adalah urusan orang-orang yang paham politik, tapi perlu bapak/ibu sampaikan, siapa pun kita do’akan,” pungkasnya. (luk)

 

Komentar Anda