Belasan Ribu Pegawai Hotel Dirumahkan

Dampak Penutupan Hotel di Mataram

HOTEL TUTUP: Salah satu dari ratusan hotel di Kota Mataram yang akhirnya memilih tutup sementara, dan merumahkan karyawan pasca serangan virus corona. (ALI/RADAR LOMBOK)
HOTEL TUTUP: Salah satu dari ratusan hotel di Kota Mataram yang akhirnya memilih tutup sementara, dan merumahkan karyawan pasca serangan virus corona. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Dampak penyebaran virus Covid-19 menghantam hebat sektor pariwisata di Kota Mataram. Sejak dua pekan terakhir kunjungan wisatawan menurun drastis. Imbasnya tidak ada tamu yang menginap di hotel-hotel di Kota Mataram. Karenanya, pihak hotel pun memilih tutup, dan merumahkan para karyawannya.

“Terasa sekali dampaknya virus covid-19 ini. Perhotelan sekarang hampir seluruhnya tutup dan merumahkan karyawannya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, Selasa kemarin (7/4).

Denny menjelaskan, pihak hotel bukan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Melainkan hanya merumahkan karyawan sementara, dengan kosongnya kunjungan dua pekan terakhir. “Bukan PHK ya, tapi merumahkan karyawan sampai pandemi ini berakhir. Baru nanti dikembalikan ke hotel masing-masing,” jelasnya.

Dikatakannya, hampir seluruh hotel di Kota Mataram memilih tutup. Dari data Dispar Kota Mataram, hanya satu hotel yang masih beroperasi. Itu pun kata dia, dikarenakan masih terikat kontrak dengan salah satu maskapai penerbangan, sehingga harus tetap beroperasi. “Karena pilot dan karyawan maskapai itu menginap di sana. Jadi dia tidak menutup hotelnya. Kalau yang lain hampir seluruhnya sudah tutup,” ungkap Denny.

Untuk jumlah karyawan hotel yang sudah dirumahkan, pihaknya masih terus melakukan pendataan. Namun pihaknya memprediksi jumlah karyawan yang dirumahkan mencapai ribuan orang. “Kalau misalnya ada 120 hotel disini. Mungkin ada 12 ribu karyawan yang sudah dirumahkan,” terang Denny.

Mengenai data dari Provinsi NTB, bahwa ada 11 orang karyawan hotel di NTB yang di PHK. Untuk itu, Denny mengaku belum memastikan apakah 12 karyawan itu, termasuk hotel di Mataram atau tidak. Hal ini juga untuk menindaklanjuti instruksi Wali Kota Mataram, bahwa hotel diminta untuk tidak cepat PHK karyawannya. “Belum kita terima informasi tentang PHK. Sementara ini informasinya hanya dirumahkan saja,” jelas Denny.

Sementara untuk gaji karyawan yang dirumahkan, Denny mengatakan sudah ada pembicaraan dan kesepakatan antara karyawan dengan pengelola hotel. “Tidak ada pesangon. Murni kesepakatan, karena memang ini wabah yang sama-sama dirasakan. Jadi bukan kemauan sepihak,” ulasnya.

Terpisah, General Manager (GM) Hotel Santika, Baharudin Adam mengakui, sudah tidak ada lagi tamu yang menginap di hotelnya. Dengan situasi ini, ditambah dengan antisipasi penyebaran virus corona. Maka pihak manajemen memutuskan untuk menutup sementara hotel. Karyawan hotel juga sudah dirumahkan. “Kita sudah tutup hotel sejak 1 April. “Sudah kita tutup. Hanya tim jaga saja yang masuk,” katanya.

Tentang rencana ke depan, pihaknya menunggu perkembangan Covid-19. Jika penderita terus bertambah, maka rentetannya dipastikan masih panjang. “Kalau banyak yang sembuh, setidaknya dua minggu ke depan sudah bisa buka. Tapi kita lihat situasi dulu. Ada 90 karyawan yang kita rumahkan. Mau bagaimana lagi, kondisinya memang seperti ini,” ungkapnya. (gal)