Belasan Kades Diadukan ke APH

H. Ilham
H. Ilham.( Fahmy/Radar Lombok)

Terkait Penggunaan Dana Desa

GIRI MENANG -Belasan kepala desa di Lombok Barat diadukan oleh masyakarat baik ke Inspektorat maupun ke Aparat Penegak Hukum (APH) menyangkut dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD).

Pelaksana Tugas Inspektorat Kabupaten Lombok Barat, H. Ilham, menjelaskan, tidak hanya di awal tahun, tahun lalu saja Kades yang dilaporkan sebanyak delapan orang. Di awal tahun ini bertambah tiga orang diadukan. Jadi totalnya 11 Kades. “Awal tahun ini ada tiga Kades yang sudah dilaporkan,” ungkapnya kemarin.

Belasan kades yang diadukan ini tersebar di wilayah selatan, tengah dan utara Lombok Barat. Untuk mencegah adanya penyalahgunaan DD dan ADD ini, pihak Pemkab melalui Inspektorat tahun ini akan turun membina sebanyak 28 desa.” Aduan ini tersebar di sejumlah kecamatan di Lobar,” ungkapnya.

Memang terkait kepala desa ada banyak sekali aduan baik kepada Inspektorat atau melalui kejaksaan. Di awal tahun ini tiga Kades yang diadukan langsung ke APH dan pemberitahuannya juga masuk Inspektorat. “Tahun ada delapan Kades yang diadukan ke APH oleh masyarakat sehingga total Kades yang diadukan mencapai sebelas orang,” tegasnya.

Menindaklanjuti aduan ini, pihaknya akan duduk bersama dulu dengan  APH. Sebab mereka (Kades) ini bukan objek yang harus ditekan, ketika ada persoalan  bagaimana membimbing mereka agar bisa keluar dari masalah itu.

Disamping mengawasi, pihaknya juga berupaya membimbing mereka. Hal inilah yang perlu banyak didiskusikan dengan APH bagaimana mekanisme paling pas untuk penanganan. Sebab kata dia, dari sisi pendekatan juga berbeda antara desa dengan OPD. Kalau semua keluhan warga, karena tak cocok dengan kades lalu dilaporkan. Justru kata dia hal ini repot juga. Di satu sisi APH kalau ada laporan yang masuk maka harus ditindaklanjuti apapun bentuk aduannya. “Terhadap kades ini kita lakukan pendampingnya sebagai upaya pencegahan,” katanya.

Di satu sisi, Inspektorat sendiri memiliki keterbatasan, apalagi pihaknya tidak hanya  menindaklanjuti persoalan yang dilaporkan oleh warga, namun Inspektorat memiliki program.  Tiap tahun kata dia, pihaknya akan menyasar puluhan desa untuk dibina.”Tahun ini saja ada 28 desa yang akan dibina,” tutup Ilham.(ami)