Belasan Istri di Loteng Gugat Cerai Suami Lantaran Judi Online

PELAYANAN: Pengadilan Agama Lombok Tengah saat memberikan pelayanan, Jumat (5/7). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Pengadilan Agama (PA) Lombok Tengah mencatat 728 jumlah perkara perceraian yang ditangani hingga Juni 2024. Ironisnya, dari data itu terdapat belasan istri yang menggugat cerai lantaran suaminya kecanduan judi online.

Dari belasan gugatan perceraian akibat judi online ini, beberapa di antaranya dilayangkan oleh istri oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang kesal karena sering ditelantarkan suami akibat kecanduan bermain judi online. Meski banyak pengaduan, pihak pengadilan tetap mengedepankan upaya mediasi kepada kedua belah pihak sebagai upaya untuk mencegah terjadinya perceraian.

Humas Pengadilan Agama Lombok Tengah, Rajabudin mengungkpakan, untuk perkara perceraian setiap tahun memang cenderung meningkat. Pada tahun 2023 lalu jumlah perkara yang ditangani mencapai 1.222. Untuk tahun 2023 pada semester pertama sudah 728 cerai gugat. “Pada tahun ini, dari 728 perkara cerai gugat itu faktornya mulai dari KDRT 4 persen, kemudian penelantaran istri 14 persen, masalah ekonomi 9 persen, perselisihan 70 persen, dan akibat dari judi online ada 2 persen. Termasuk ada berbagai faktor lainnya yang menyebabkan perceraian,” jelas Rajabudin, pekan lalu.

Baca Juga :  Disnakertrans Buka Seleksi Magang ke Jepang

Diakui jika perkara judi memang sudah dari tahun 2022, 2023 hingga 2024 ini menjadi salah satu penyebab perceraian baik judi online maupun judi jenis lainnya. Namun pada tahun 2024 dari hasil pantauan pihak pengadilan ternyata perceraian karena faktor judi ini disebabkan para suami mengikuti atau kecanduan judi online. “Bahkan ada PNS juga yang kecanduan judi online sehingga tidak mempedulikan keluarga. Kita dalam menangani perkara ini mengedepankan upaya mediasi dan beberapa bulan lalu saya sudah ada upaya mediasi dan itu berhasil yang disebabkan karena faktor judi ini,” bebernya.

Baca Juga :  Pembangunan Dasar Jembatan Ngerpak Diputus Kontrak

Diakui jika dalam upaya mediasi yang dilakukan memang banyak yang berhasil atau tidak jadi bercerai karena banyak yang sadar dengan membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya. “Banyak para suami yang membuat perjanjian kepada istri untuk tidak mengulangi perbuatannya,” jelasnya. (met)

Komentar Anda