Bela Ulama, Ribuan Jamah Darul Muhajirin Gelar Istighotsah

ISTIGOSAH: Ribuan jamaah saat menggelar istigosah membela ulama di Ponpes Darul Muhajirin Praya, Rabu kemarin (18/11). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Ribuan jamaah Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muhajirin Praya melaksanakan istighosah dan aksi bela Ulama Almagfurullah TGH Muhamad Najamuddin Makmun. Hal ini sebagai buntut penghinaan yang dilakukan oleh pemilik akun facebook Jordi Pikri yang berinisial MZ, warga Lingkungan Serenget Lauk, Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya.

Oleh Kepolisian sebenarnya sudah menetapkan tersangka kepada yang bersangkutan atas ulahnya menghina keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muhajirin Praya dengan penghinaan nama besar TGH Najmuddin Makmun di media sosial Facebook. Hanya saja, oleh para jamaah menggelar istighosah dan aksi bela ulama ini sebagai bentuk kecintaan terhadap guru besar sekaligus mendengar langsung dari Kapolres Lombok Tengah terkait perkembangan kasus pencemaran nama baik TGH. Muhammad Nazamudin Makmun.

Hadir dalam isitigosah dan aksi bela ulama ini berbagai tuan guru seperti Ketua Ponpes Darul Muhajirin, TGH. Samsul Rizal Najamudin, TGH. Usman Nazamuddin, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho dan ribuan jamaah. Dimana, dilakukan pembacaan ayat suci Al,Quran, pembacaan Salawat Nabi Muhamad SAW, pembacaan surat yasin.

TGH. Samsul Rizal Najamudin dalam sambutannya mengucapkan salam kepada semua jamaah Darul Muhajirin yang hadir dalam acara istighosah dan aksi bela ulama Almagfurulahu Datoq TGH. Muhamad Najamuddin Makmun di Ponpes Darul Muhajirin dan mengucapkan selamat datang kepada kapolres atas kedatangan di ponpes Darul Muhajirin. “Kita  meminta kepada Kapolres sejauh mana proses penanganan kasus penghinan terhadap pendiri Ponpes Darul Muhajirin TGH. Muhamad Najamudin Makmun,”tegasnya.

Pihaknya juga meminta kepada jamaah Darul Muhajirin untuk kegiatan istighosah dan aksi bela ulama Almagfurulahu Datoq TGH. Muhamad Najamuddin Makmun di Ponpes Darul Muhajirin selesai agar semua jamaah tidak melakukan aksi ke kantor Mapolres Lombok Tengah dan menghimbau agar pulang kerumah masing masing. “Kita lakukan aksi secara damai dengan istogosah,”tegasnya.

Sementara itu, Ustad Umar Mubdi menegaskan, bahwa dengan datangnya jamaah dari berbagai element ini sebagai bukti bahwa  datok hadir di jiwa para jamaah. Maka kehadiran para jamaah sebagai bentuk kecintaan mereka kepada ulama. Dimana mereka memberikan dukungan dengan aksi yang damai. “Ini tidak ada kepentingan politik selain kecintaan kita kepada ulama, kita bela dengan tertib dan damai dengan membaca surat yasin, apalagi datok juga mengajarkan kita dengan cara- cara yang mulia,” tegas Ustad Umar Mubdi.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setya Nugroho mengucapkan salam hormat kepada Ketua Ponpes Darul Muhajirin dan jamaah Darul Muhajirin yang ada di daerah itu. Ia menegaskan bahwa dengan kedatangan dirinya ke Ponpes Darul Muhajirin sekaligus datang untuk silaturrahim kepada Ketua Ponpes Darul Muhajirin dan jamaah Darul Muhajirin. “Terkait dengan kasus ini saya selaku Kapolres Loteng akan mengawal kasus ini samapai selesai. Kami mengucapkan terima kasih kepada jamaah atas kepedulian untuk mengawasi dan mengawal kegiatan ini dengan tidak terlaksananya aksi dikantor Mapolres dan mengucapkan banyak terima kasih karena aksi diganti dengan acara istighosah,”tegasnya.

Ia juga menyampaikan terkait dengan pengawalan kasus pencemaran nama baik TGH. Muhamad Nazamudin Makmun, oleh petugas membuka pintu lebar lebar apabila ada yang akan menanyakan terkait perkembangan kasus tersebut. “Perkembangan kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Jaksa untuk menuju persidangan,”terangnya. (met)