Bekas Pasar Pringgabaya akan Jadi RTH

Bekas Pasar Pringgabaya akan Jadi RTH
RUANG HIJAU: Lokasi bekas pasar Pringgabaya ini nantinya akan disulap menjadi lahan ruang terbuka hijau, dan akan menjadi sarana bermain anak. (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Lahan bekas pasar tradisional masyarakat Pringgabaya akan disulap menjadi lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pernyataan itu disampaikan Camat Pringgabaya, Mawardi SP, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat kemarin (12/5).

“Sesuai hasil usulan pada Musrenbang Kecamatan beberapa waktu lalu, bahwa pada lokasi bekas pasar Pringgabaya tersebut akan dijadikan sebagai RTH, dan akan dilengkapi dengan permainan anak-anak,” katanya seraya menyampaikan, kalau hal ini sudah diajukan ke pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Lombok Timur sejak beberapa waktu lalu.

Sebelumnya lahan tersebut diwacanakan untuk menjadi pusat bisnis seperti di Masbagik, berupa pasar sehat dengan membangun Ruko-Ruko. Akan tetapi belakangan masyarakat tidak menginginkan hal tersebut, dengan beberapa pertimbangan diantaranya guna mencegah terjadinya kemacetan pada jalan negara, dan tidak mengganggu para pedagang yang kini telah dipindahkan ke pasar yang baru.

Berdasarkan pertimbangan inilah sehingga kemudian bekas pasar yang berada di pinggir jalan negara, dan merupakan lokasi strategis bagi lokasi bisnis ini kemudian diingingkan warga untuk menjadi lahan RTH dan tempat bermain anak serta sarana olahraga.

“Kita berharap tidak saja akan bermanfaat bagi terbentuknya udara yang bersih dengan keberadaan RTH tersebut, akan tetapi juga dapat menampilkan keindahan dan yang tak kalah pentinya akan muncul kegiatan ekonomi masyarakat nantinya, seperti pedagang makanan dan pedagang kecil lainnya,” imbuhnya.

Dengan demikian sarana RTH dan sarana hiburan serta olahraga tersebut nantinya akan banyak memberikan dampak bagi masyarakat terutama bagi kesempatan tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat Pringgabaya.

Sementara itu pasar baru yang kini berada di bekas lapangan umum Pringgaya yaitu sekitar 300 meter sebelah barat jalan menuju ke Suela dikatakan telah penuh diisi para pedagang. Sementara sarana dan prasarana hampir semua telah dipenuhi termasuk air dan listrik. “Semua pedagang telah nayaman pada lokasi yang baru ini meski sebelum terdapat kekhawatiran namun kini semua sudah tidak ada masalah,” jelasnya.

Guna mendukung keberadaan pasar tersebut pemerintah dikatakan telah berupaya menyediakan sarana dan prasarana yang memadi termasuk pelebaran jalan sekitar pasar. “Jalan lingkar atau alternatif yang dari KUD Batuyang tembus ke pasar baru hingga Polsek Pringgabaya akan dilebarkan dan pembebasan lahannya telah rampung,” ungkapnya.

Jalan lingkar sekitar hampir tiga kilometer ini nantinya akan diperlebar sehingga mencapai 12 meter termasuk talut pada kedua sisi jalan. Dengan demikian diharapkan akan mempermudah para pedagang guna dapat menempuh pasar tersebut tanpa harus macet.

Sebab, bila jalan lingkar ini tidak dilebarkan maka dikhawatirkan kemacetan yang sering terjadi pada perempatan pasar lama tak akan dapat dihindarkan. Demikian bagi masyarakat yang menuju kawasan lokasi wisata pantai Ketapang, tak akan terganggu kemacetan dengan kepindahan pasar ini ke tempat yang baru. (lal)