Begangsingan Masih Lestari di Desa Bengkel Lombok Barat

BEGANGSINGAN : Anak-anak di Dusun Bengkel Selatan Mekar sedang beradu gasing dalam lomba begangsingan di dusun setempat. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Permainan tradisional begangsingan masih lestari karena dirawat oleh anak-anak muda di Dusun Bengkel Selatan Mekar Desa Bengkel Kecamatan Labuapi. Mereka menggelar turnamen begangsingan untuk anak-anak. Permainan tradisional ini juga dihidupkan agar anak-anak bisa lebih banyak bermain di luar rumah, tidak kecanduan gadget.

Kadus Bengkel Selatan Mekar, Ahmadi, menjelaskan, sebagian warganya sangat menggemari permainan begangsingan ini. Bahkan warganya sering ikut lomba di luar desa. Pihaknya ingin memperkenalkan tradisi ini ke anak-anak.” Lomba ini juga untuk mencari bibit pemain begangsingan karena sebelum pandemic Covid-19 lomba begangsingan ini rutin diadakan di masing-masing desa yang ada di wilayah Lobar secara bergiliran,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Aksi Bersih-Bersih Digelar Serentak di Lobar pada World Cleanup Day

Lomba begangsingan di desa ini dibuka Sabtu (13/3). Ada sekitar 75 anak yang menjadi peserta yang dibagi menjadi 15 tim. Satu tim terdiri dari 5 orang. Saat akan bermain, semua pemain harus menggunakan pakaian adat. Lomba begangsingan diselenggarakan atas prakarsa remaja dan para tokoh masyarakat.”Saya sebagai Kadus, selama kegiatan positif, saya siap support penuh,” tegasnya.

BACA JUGA :  DPRD Sumba Tengah NTT Belajar Desa Wisata ke Lombok Barat

Ia menambahkan, dalam lomba begangsingan ini, sudah ditentukan ukuran dan bentuk gasing yang akan dipakai oleh para peserta. Dimana gasing yang digunakan adalah gasing yang terbuat dari kayu dengan ukuran besar 27 sentimeter, dan bukan gasing besi. Lomba akan digelar selama kurang lebih tiga pekan. Ia berharap kegiatan ini bisa mengurangi kegiatan anak-anak yang selama ini hanya bermain game online lewat HP yang bisa memberikan pengaruh buruk.(ami)