Bedah Buku Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Airlangga: Bisa Jadi Pembelajaran di Masa Depan

Airlangga Hartarto

JAKARTA–Vaksinasi telah terbukti menjadi game changer dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia sekaligus mendorong akselerasi pemulihan perekonomian nasional dengan mengembalikan kepercayaan publik untuk kembali beraktivitas.

Melalui kerja sama dan sinergi seluruh lapisan masyarakat, vaksinasi dosis 1 di Indonesia saat ini telah mencapai 87%, sedangkan vaksinasi dosis 2 sebesar 73% dari total sasaran vaksinasi yakni 234 juta jiwa. Angka tersebut telah melebihi target WHO yang menargetkan vaksinasi 70% dari total populasi.

Mengingat pentingnya peran vaksinasi pada masa pandemi, Pemerintah telah meluncurkan buku Vaksinasi Covid-19 di Indonesia pada Agustus lalu yang merekam lini masa kebijakan dan dinamika penanganan pandemi di Indonesia.

Bedah buku untuk mengupas tuntas seluruh isi buku tersebut, juga dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia.

Dalam acara bedah buku Vaksinasi Covid-19 di Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (29/09), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual menyampaikan bahwa buku Vaksinasi Covid-19 di Indonesia merupakan salah satu media untuk merekam sejarah penanganan pandemi di Indonesia sehingga dapat menjadi pembelajaran di masa yang akan datang.

“Buku tersebut menceritakan timeline dan perspektif Pemerintah dalam penanganan pandemi dan kerja sama yang dilakukan dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, bedah buku ini dapat menjadi ajang untuk refleksi, evaluasi, dan juga referensi untuk menentukan langkah-langkah ke depan, khususnya untuk percepatan vaksinasi,” kata Menko Airlangga.

Baca Juga :  Airlangga: Halal Bihalal Golkar Momen Persiapkan Kemenangan 2024

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga mengatakan bahwa buku tersebut juga merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan vaksinasi antara lain para dokter, perawat, tenaga medis, Satgas TNI dan Polri, Pemerintah Daerah, Gubernur, Bupati, Walikota, dan seluruh tim yang telah bekerja untuk masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah juga menjadikan momentum pandemi Covid-19 untuk mengembangkan vaksin dalam negeri.

Badan Usaha Milik Negara yakni Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College dan telah menghasilkan vaksin yang disebut dengan IndoVac. Selain itu, kerja sama antara perguruan tinggi yakni Universitas Airlangga dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia juga menghasilkan vaksin bernama Vaksin Inavac.

“Aspek kehalalan juga selalu dikomunikasikan dengan fatwa dari MUI. Vaksin IndoVac telah menerima EUA BPOM pada September 2022, sedangkan Vaksin InaVac masih dalam proses. Kedua vaksin tersebut juga diajukan sebagai vaksin booster yang izinnya diperkirakan akan selesai pada waktu tidak terlalu lama,” pungkas Menko Airlangga.

Baca Juga :  Airlangga: Berikut Upaya dan Langkah Cepat Pemerintah Tangani PMK pada Hewan Ternak

Mendukung pernyataan Menko Airlangga, Deputi Koordinasi Bidang Pengembangan Usaha BUMN, Riset, dan Inovasi Kemenko Perekonomian Montty Girianna yang hadir secara fisik dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa vaksinasi dapat mengurangi risiko penularan Covid-19 dengan membentuk kekebalan komunal (herd immunity) yang kemudian bertransformasi menjadi perlindungan kelompok (herd protection).

Vaksin dinilai aman setelah mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menutup sambutannya, Deputi Montty berharap kegiatan bedah buku Vaksinasi Covid-19 di Indonesia dapat menjadi momentum mengakselerasi laju vaksinasi Covid-19, khususnya vaksinasi untuk lansia dan vaksinasi booster.

Kegiatan bedah buku Vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang digelar secara hybrid tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Astha Triyono.

Menjadi narasumber dalam bedah buku tersebut yakni Direktur Ketahanan dan Kefarmasian Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Roy Himawan, Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan Prima Yosephine, dan Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana  dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri Edy Suharmanto. (*/gt)

Komentar Anda