Baznas Gelar Pelatihan UPZ dan BMT Tahap I

PELATIHAN : Peserta pelatihan saat mendengarkan pemaparan pembicara saat berlangsung pelatihan bagi pengurus UPZ dan BMT di kantor Baznas Lombok Barat, Giri Menang kemarin.

GIRI MENANG– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Barat menggelar pelatihan bagi Unit Pengelola Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan kemarin. Untuk tahap pertama ini, yang dilatih adalah tenaga UPZ Kecamatan Kediri dan Gerung. Di dua kecamatan ini, Baznas secara khusus menekankan pentingnya pendirian lembaga keuangan yang benar-benar membantu masyarakat dari kesulitan ekonomi. Sebab selama ini, banyak masyarakat yang justru dicekik oleh rentenir lewat sistem bunga dengan jumlah yang besar. “ Jadi pelatihan ini untuk menguatkan sistem keuangan kita. Kita ingin di dua kecamatan ini, dan di seluruh kecamatan, berdiri lembaga keuangan dan ekonomi yang benar- benar bermanfaat bagi masyarakat. Nanti Baznas yang memberikan support,” ungkap Ketua Baznas Lombok Barat TGH. Mukhlis Ibrahim kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

[postingan number=3 tag=”baznas”]

Untuk tahap pertama, kegiatan pelatihan diikuti oleh 14 peserta terdiri dari utusan BMT (Baitul Maal Wattamwil) atau pengurus UPZ Kecamatan Kediri dan Gerung. Pembicara diantaranya pejabat Dinas Koperasi Lombok Barat dan pengurus Baznas Provinsi NTB H. Awaludin.

Sebagaimana diketahui, Baznas Lombok Barat membentuk BMT yakni semacam lembaga perbankan berbasis syariah untuk membantu warga mengakses modal dengan mudah. Untuk tahap pertama ini Baznas Lombok Barat menginisiasi pembentukan 3 BMT masing-masing di Gerung, Kediri dan Gunung Sari. Kecamatan-kecamatan lain akan menyusul. Total dana yang berhasil dikumpulkan Baznas Lombok Barat per tahun mencapai miliaran rupiah. Saat ini sumber dana utama adalah infaq Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lombok Barat yang jumlahnya lebih dari 8 ribu orang. Infaq masing-masing PNS tergantung golongan mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu yang dipotong melalui bendahara gaji setiap bulan. Baznas sendiri terus berusaha mengumpulkan peluang zakat dari sektor lain seperti pertanian,  pertambangan,  perkebunaan,  zakat perusahaan dan lain -lain.  Berdasarkan pemetaan yang ada,  potensi zakat Lombok Barat per tahun mencapai sekitar Rp 200 miliar.

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut