Bawaslu Lobar Temukan Ribuan Warga TMS

BASRIADI (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Bawaslu Lombok Barat menemukan ribuan warga masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai pemilih pada Pemilu tahun 2024 mendatang. Data ini didapat Bawaslu dari hasil uji petik yang sudah dilakukan terhadap kerja Pantarlih melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) dari tanggal 12 Februari hingga 14 Maret.

Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Lobar Basriadi menjelaskan, dari hasil coklit yang sudah dilakukan oleh Pantarlih, Pengawas Kelurahan dan Desa (PKD) turun melakukan uji petik atas coklit yang sudah dilakukan itu. Hasilnya PKD menemukan banyak warga tidak memenuhi syarat atau TMS sebagai pemilih.” Kita melakukan uji petik, hasilnya banyak yang masuk TMS ditemukan,” ungkapnya kemarin (15/3).

Misalnya, ada kasus orang meninggal dunia yang tetap masuk coklit. Jumlahnya cukup banyak mencapai 1.844 orang.

Dari sekitar 500 ribu warga yang sudah dicoklit, Bawaslu mengambil sampel 93.723 ribu atau 18 persen. Pantarlih sudah bekerja secara profesional serta sesuai prosedur. Ternyata dari hasil uji petik banyak TMS. Selain orang yang sudah meninggal masih masuk, juga ditemukan ada pemilih ganda 21 orang. Kemudian 39 pemilih di bawah umur. Pihak Bawaslu juga menemukan calon pemilih dari kalangan TNI/Polri. Masing-masing 13 TNI, dan lima anggota Polri. Pemilih bukan penduduk setempat 42, tidak memiliki e-KTP 388, dan pindah domisili 203, pemilih yang pindah ke TPS lain mencapai 1.627 dan pemilih yang ada di luar negeri sebanyak 438 orang sehingga total total pemilih yang TMS sebanyak 2.569 orang.” Ini hasil temuan kami dari hasil uji petik dari 18 persen sampel,” tegasnya.

Baca Juga :  Permakluman, Anggaran Bansos Lobar Habis

Bawaslu merekomendasikan kepada KPU agar melakukan perbaikan-perbaikan. Data-data yang dianggap tidak memenuhi syarat sebagai pemilih akan langsung di-TMS-kan. “ KPU perlu mengambil tindakan untuk memperbaiki datanya ini yang menjadi rekomendasi kami,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Fauzan : Lombok Harus Bersatu

Terpisah, Divisi Data dan Informasi KPU Lobar Mashur mengatakan, pasca coklit di lapangan selesai, langsung dilakukan proses perbaikan. Dia menegaskan data-data TMS otomatis akan hilang dalam daftar pemilih. “ Kalau dia TNI/Polri sudah pasti akan dihilangkan dalam data kami,” ujarnya.

Hasil coklit tersebut tidak akan langsung menjadi data pemilih. Tetapi masih ada proses perbaikan lagi yang memungkinkan terjadi banyak perubahan. “Di sinilah fungsi perbaikan. Kami juga menerima setiap masukkan, terutama dari Bawaslu,” katanya.

Begitu juga dengan data pemilih yang sudah meninggal, jika pada saat coklit yang yang harus di coklit sudah meninggal, maka nama tersebut tetap dicoklit namun akan dimasukkan dalam kolom pemilih meninggal dalam format yang sudah diberikan oleh KPU kepada Pantarlih.(ami) 

Komentar Anda