Bawang Merah Impor Mulai Banjiri Pasar Tradisional

Bawang MErah
Bawang merah impor yang mulai dijual di pasar tradisional dan ritel modern di Kota Mataram.

MATARAM — Disaat produksi bawang merah lokal di Provinsi Nusa Tenggara Barat melimpah, bawang impor pun mulai membanjiri pasar di NTB. Mulai dari pasar tradisional hingga pasar ritel modern yang ada di NTB. Bahkan, harga jual bawang merah impor ini jauh dibawah bawang lokal. Sehingga harga jual bawang merah lokal, kurang laku.

“Stok bawang aman, karena sudah ada pasokan bawang merah impor ke NTB,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H Ruslan Haerani, Sabtu (14/4).

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Provinsi NTB mengklaim stok bawang merah lokal, produksi dari petani Bima, Sumbawa dan Lombok Timur dalam kondisi aman. Bahkan  pasokan bawang merah lokal cukup melimpah. Klaim stok bawang merah lokal aman, kini justru berbeda, bahkan justru pasokan bawang impor sudah membanjiri sejumlah pasar tradisional di NTB. Seperti di Pasar Induk Mandalika, Bertais, Sandubaya, Pasar, Kebon Roek, dan beberapa pasar tradisional lainnya. Begitu juga dengan pasar ritel modern, juga lebih banyak menjual bawang merah impor.

Dinas Perdagangan NTB sendiri secara rutin memantau pergeseran harga bawang merah dan beberapa kebutuhan pokok utama lainnya di sejumlah pasar induk yang ada di Kota Mataram. Untuk harga bawang merah lokal saat ini sudah mencapai Rp32 ribu /kg. Sementara itu, harga  bawang merah impor dikisaran Rp22 ribu/kg atau lebih murah dari yang lokal.