Bawa Uang Asing Diatas Rp 1 Miliar Kena Denda

Achris Sarwani
Achris Sarwani (Devi Handayani/radar Lombok)

MATARAM – Bank Indonesia (BI) mulai memberlakukan aturan larangan untuk membawa mata uang kertas asing (UKA) baik itu perorangan ataupun korporasi yang membawa uang dengan nilai setara atau lebih dari Rp 1 miliar.

Kepala BI Perwakilan Provinsi NTB, Achirs Sarwani mengatakan, larangan ini sebenarnya telah berlaku sejak lama, dimana sebelumnya BI telah menerapkan aturan membawa uang kertas asing dengan jumlah Rp 100 juta. Namun untuk saat ini aturan tersebut lebih dipertegas lagi. Aturan ini merupakan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20/2/PBI/2018 tentang Perubahan atas PBI Nomor 19/7/PBI/2017 yang berlaku sejak 3 September 2018.

BACA JUGA: Oktober, Konversi LPG 3 Kg Dimulai untuk Pulau Sumbawa

”Aturan ini sebenarnya sudah ada sebelumnya. Kita memang membatasi untuk membawa uang asing, baik keluar maupun masuk ke wilayah RI. Maksimal senilai Rp 1 miliar,”  kata Achris Sarwani, Selasa kemarin (4/9).

Dijelaskannya bahwa peraturan ini bertujuan agar valas di dalam negeri semakin mudah dikendalikan. Mengingat in flow pergerakan uang asing yang keluar masuk ke Indonesia, masih terbilang bebas.  Untuk membawa mata uang asing lebih dari Rp 1 miliar, harus meminta izin dan memiliki izin, baik itu izin yang sifatnya badan ataupun perorangan. Nantinya, peraturan ini berlaku di titik-titik yang diawasi langsung oleh Bea Cukai sebagai pengawas di lapangan setiap pintu masuk, seperti di Bandara.

Selain itu, Bea Cukai juga akan mengecek langsung, apakah ada yang membawa uang asing lebih dari Rp 1 miliar, jika memang ditemukan pihak Bea Cukai akan meminta bukti izin. Kalau mereka memiliki izin, maka akan dilepas, tapi jika tidak, akan dikenai denda sesuai dengan aturan yang berlaku.

BACA JUGA: Pascagempa, Penduduk Miskin NTB Diperkirakan Bertambah

Achris menambahkan, dari aturan itu, mereka yang pembawa uang kertas asing lebih dari Rp 1 miliar tanpa izin akan dikenai denda sebesar 10 persen, dari seluruh jumlah yang dibawa. Adapun jumlah denda paling banyak setara Rp 300 juta.

“Ada tarifnya, maksimal Rp 300 juta. Untuk itu, mereka bisa melakukan izin ke Bank Indonesia (BI), sebelum membawa uang tersebut, “ tutupnya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut