Batas Hotel Aston dan Pura Diiukur Ulang

MATARAM-Polemik lahan antara pihak Pura Dalem Karang Jangkong dengan manajemen Hotel Aston Mataram belum selesai. Kemarin dilakukan pengukuran kembali batas lahan jalan antara pura dan hotel oleh Dinas PU Kota Mataram dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang yang disaksikan warga.

Saat pengukuran sempat terjadi ketegangan karena ada perbedaan pendapat antara pengurus Pura dengan petugas PU. Petugas sendiri mengukur berdasarkan tapal BPN yang sudah tertanam, tetap sudah tidak ada lagi. Sementara pengurus Pura meminta petugas  mengacu pada batas tembok yang sejak dulu ada yang sudah dirobohkan pihak hotel.

Penyidik PPNS Alek Sampe yang berada di lokasi mengatakan, pengukuran ini harus dilakukan berdasarkan batas pertama yakni tembok yang sudah ada, karena temboknya sudah dirobohkan. Maka antara pengurus dan masyarakat meminta agar dilakukan penggalian kembali agar pondasi tembok yang dulu di robohkan ditemukan.” Kita bongkar kembali untuk mencari pondasi tembok” ungkapnya kepada Radar Lombok.

Pengukuran terganggu karena banyaknya warga yang menyaksikan. Pihak PPNS meminta pengurus Pura untuk menghimbau warga untuk pulang.”  Kita akan minta perwakilan masing-masing terus kita bongkar,” ungkapnya.

Sementara itu pengurus Pura Dalem Karang Jangkong I Gusti Lanang Patra mengatakan, apa yang dilakukan pengurus adalah untuk memastikan batas Pura  dan bangunan hotel. Sebab tembok  pembatas sudah tidak ada lagi. Dihawatirkan penembokan yang dilakukan pihak hotel mengambil lahan Pura.” Makanya kita harus ukur ulang biar tidak saling duga,” tegas Lanang.

Proses pengukuran dilakukan. Pengukuran kemarin belum ada kesimpulan sebab warga mendesak dilakukan pembongkaran.” Dulu ada tembok yang sudah dibangun, tetapi dirobohkan, itu yang kita minta agar dibongkar dan kita cari pondasinya,” tambah Lanang.

Ini penting katanya, untuk menghilangkan keragu-raguan. “ Saya yakin dasarnya pasti ada dan itu akan jadi bukti,” pungkasnya.(ami)

BACA JUGA :  Hotel Penuh, Tamu Sewa Rumah Warga