BARU: Mamiq Mudji Banyak Tunjukkan Keteladanan

SILATURAHMI: Baihaqi-Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU) saat bersilaturahmi dengan Almarhum H. Lalu Mudjitahid, awal Juli lalu. (IST FOR RADAR LOMBOK)
SILATURAHMI: Baihaqi-Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU) saat bersilaturahmi dengan Almarhum H. Lalu Mudjitahid, awal Juli lalu. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM–Masyarakat NTB merasa kehilangan atas berpulangnya salah satu putra terbaik daerah Drs. H. Lalu Mudjitahid. Sosok Mamiq Mudji dalam memimpin Lombok Barat dan Mataram, serta kiprahnya, menjadi inspirasi banyak orang. “Kami sampaikan turut berbelasungkawa dan duka mendalam atas berpulangnya mamiq H. Lalu Mudjitahid. Beliau salah satu putra terbaik NTB, tokoh yang sangat menginspirasi,” ujar Bakal Calon Wali Kota Mataram, Baihaqi, kemarin.

Lalu Mudjitahid merupakan Wali Kota Mataram pertama, ketika pembentukan Kota Administratif Mataram dari Kabupaten Lombok Barat. H. Lalu Mudjitahid menjabat Wali Kota Mataram dari 1978-1989. Selepas itu, almarhum menjabat Bupati Lombok Barat selama dua periode yaitu 1989-1999. Menurutnya, sosok Mamiq Mudji banyak memberikan dan meninggalkan keteladanan terhadap generasi muda.

Dengan suri teladan dan keteladanan ditunjukkan Beliau akan ditiru generasi berikutnya. Sosok yang sangat rajin turun menyerap aspirasi masyarakat. “Almarhum Miq Mudji memang sosok pemimpin yang mau mendengar suara masyarakat, sebuah keteladanan yang harus ditiru generasi muda,” imbuh pengusaha muda ini.

Baihaqi merasa bangga dan sangat bersyukur bisa berbincang dengan almarhum H. Lalu Mudjitahid awal Juli lalu. Saat itu, bersama Baiq Diyah Ratu Ganefi, sowan ke kediaman H. Lalu Mudjitahid.

Menurut Baihaqi, banyak wejangan yang disampaikan almarhum dalam pertemuan tersebut. Salah satunya adalah agar menjadi pemimpin jangan tinggi hati dan sombong. Pemimpin harus sabar mendengar apa kemauan, aspirasi, dan kebutuhan masyarakat. “Pesan beliau sangat menginspirasi, intinya bagaimana pembangunan ini berjalan berdampingan dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Konsep pembangunan partisipatif,” ungkapnya.

Yang paling berkesan dalam pertemuan itu, Almarhum H. Lalu Mudjitahid memberikan delapan buku kepada Baihaqi. Buku-buku tentang tata kelola pemerintahan dan kepemimpinan diberikan agar Baihaqi mempelajari. “Beliau bilang ini pegangan saya ketika menjadi Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat. Buku ini sudah tidak diterbitkan lagi. Salah satu buku adalah karya penulis dari Korea Selatan, beliau memberikan ke saya dan meminta saya belajar,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Balon Wakil Wali Kota Mataram Baiq Diyah Ratu Ganefi mengatakan, Mamiq Mudji adalah sosok yang santun dan menerima siapa saja yang datang dengan penuh penghargaan dan kesetaraan. “Mamiq Mudji ini tokoh NTB, pemimpin yang berkarakter rendah hati dan sangat merakyat,” kata Baiq Diyah Ratu Ganefi.

Menurutnya, satu hal yang sangat berkesan dalam pertemuan dengan Mamiq Mudji awal Juli lalu adalah pesan agar sebagai pemimpin jangan sekali-kali melupakan sejarah. “Jangan pernah melupakan sejarah, jangan sombong jadi pemimpin, itu yang paling berkesan yang beliau sampaikan,” terangnya.

Almarhum H. Lalu Mudjitahid juga berpesan, agar jika terpilih kelak, pasangan BARU harus bisa menerapkan kembali semangat Jumat Bersih. “Beliau berpesan jangan lupa Jumat Bersih dan Subuh Berjemaah menjadi kegiatan dan program yang rutin,” lugasnya. (yan)