Baru Lima UMKM Bergabung di Pasar Modal

Pasar Modal Syariah
I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana

MATARAM – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTB mencatat baru lima Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergabung di pasar modal. Padahal dengan UMKM bergabung akan memudahkan untuk mendapatkan alternatif pendanaan dari Pasar Modal.

“Data terakhir sampai saat ini ada lima UMKM bergabung di Pasar Modal,” kata Kepala Cabang BEI Perwakilan NTB I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, Kepada Radar Lombok, Minggu (21/3).

Menurutnya, jumlah tersebut memang masih sangat kecil, karena memang masih kurangnya pemahaman dari UMKM manfaat bergabung dengan Pasar Modal. Selain itu, edukasi digencarkan, karena pelaku UMKM dengan aset modal di bawah Rp 5 miliar dalam waktu dekat akan memiliki peluang untuk melantai di bursa saham.

“Artinya masih kurang edukasi atau kurang pemahaman dari UMKM, kurang lebih seperti itu,” ungkapnya.

Dikatakannya, perlu diberikan terus edukasi kepada para UMKM terkait dengan Pasar Modal ini. Memang untuk Pasar Modal masih banyak masyarakat belum memahami, sehingga masih sangat sedikit UMKM yang telah bergabung. Padahal program ini sudah didorong sejak beberapa tahun lalu.

Untuk itu pelaku UMKM perlu membuka wawasan, bahwa layanan keuangan digital pada hakekatnya adalah upaya mempermudah akses permodalan dan meningkatkan kesejahteraan. Saat ini BEI sudah memberikan akses untuk UMKM masuk bursa lewat papan akselerasi.

Untuk saat ini BEI tengah bersiap untuk mempermudah perusahaan berbasis digital untuk Go Publik. Berbagai upaya sperti, program IDX Incubator, papan akselerasi, dan pengembangan peraturan serta kebijakan lain yang diharapkan mendung perusahaan teknologi dan Starup Go Publik di BEI

“Sudah 700 lebih perusahaan Go Publik, kalau di NTB belum ada,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu UMKM Serbat Jahe Abdul Hadi menerangkan, dirinya belum mengetahui dapat mengakses dana dari pasar modal BEI. Bahkan dirinya belum mengetahui bagaimana mekasimenya, karena selama ini untuk mengakses dana hanya dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Tidak tahu bagaimana caranya bisa mengakses kesana, tapi mungkin kalau UMKM yang lain ada yang tau,” ujarnya. (dev)