BARU Janji 50 Sarjana Setiap Kelurahan, SALAM Fokus Sampah

SEMANGAT: Warga Kota Mataram terlihat bersemangat ketika menyambut kedatangan salah satu Paslon Pilkada Kota Mataram di lingkungannya. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Dua kandidat pasangan calon (Paslon) Pilkada Kota Mataram mulai unjuk gigi, menampilkan janji politik yang  tertuang dalam visi-misi. Seperti bakal pasangan calon (Paslon) H Baihaqi-Baiq Diah Ratu Ganefi (BARU), menjanjikan “satu kelurahan 50 sarjana tercetak”.

Bakal Calon Wali Kota Mataram, H Baihaqi menyebutkan bahwa kondisi pendidikan menjadi perhatian serius saat ini di Kota Mataram. Itu karena belum ada pemerataan pendidikan, dan masih banyak ditemukan anak-anak putus sekolah.

Karena itu, ketika ke depan terpilih, maka program “satu kelurahan 50 sarjana”  akan dibiayai oleh Pemerintah Kota Mataram. “Setahun bisa 2.500 sarjana tercetak di 50 kelurahan, khususnya dari kalangan anak-anak tidak mampu,” katanya, Senin kemarin.

Saat ini, Kota Mataram hanya menggelontorkan uang pemberian penghargaan pada kalangan anak-anak SD dan SMP saja, dan tidak sampai ke jenjang perguruan tinggi. Sehingga banyak anak-anak yang putus sekolah ditengah jalan.

Padahal dari segi akademik mereka mampu. Hal ini bisa diatasi, sehingga angka pengangguran di Kota Mataram semakin kecil. APBD Kota Mataram harus pro pada masyarakat, terutama membantu pendidikan di Kota Mataram. “Kita bertekad memberantas pengangguran, salah satunya dengan menyiapkan SDM terlebih dahulu,” katanya.

Sekretaris Tim Pemenangan BARU, Ahmad Azhari Gufron menambahkan, selama ini kondisi dunia pendidikan di Kota Mataram cukup memprihatinkan. “Dari segi anggaran juga sangat memungkinkan, untuk pemberian beasiswa bagi anak-anak Kota Mataram sampai ke jenjang perguruan tinggi,” katanya.

Sementara Paslon Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (SALAM), menjanjikan penanganan sampah tuntas dengan pembentukan badan usaha kelurahan (BUMKEL). Selly menyebutkan, selama ini persoalan sampah di Kota Mataram masih menjadi sorotan. Bukan hanya angkut buang, namun dibutuhkan pengelolaan yang lebih maksimal, melalui lembaga yang dibentuk di setiap kelurahan.

“Ada wadah di setiap kelurahan, dengan membangun kreatifitas pengelolaan sampah. Sehingga sampah di Kota Mataram tuntas ke depannya,” katanya.

Selain itu, ada juga terobosan yang pernah dicetuskan saat menjabat PLt Wali Kota Mataram tahun 2015 lalu, yakni pembuatan tungku sampah osamtu. Dari hasil pengolahan sampah bisa bernilai ekonomis. “Kita betul-betul fokus untuk pengolahan sampah ke depannya,” singkatnya. (dir)