BARU Gagas MBC, Bikin Milenial Jatuh Hati

SELALU KOMPAK: Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram nomor urut 4, H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU), selalu kompak dan penuh gagasan. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM—Gagasan pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram nomor urut 4, H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU), yang hendak membentuk Mataram Business Center (MBC), mendapat respon luar biasa dari para milenial dan anak muda kreatif.

Mereka menaruh harapan besar gagasan itu terealiasi, untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru di NTB umumnya, dan Kota Mataram khususnya. “MBC ini harapan baru, sekaligus penyemangat bagi kami para pelaku pariwisata di NTB,” kata Ketua Umum Sahabat Pariwisata Nasional, Furqan Elmansyah, kemarin (15/11).

Gagasan paket BARU tentang MBC, telah membuka harapan di tengah sulitnya para sahabat pariwisata memperoleh pekerjaan yang layak, setelah ekonomi mereka terdampak karena pandemi Covid-19. “Ya ini jadi harapan BARU untuk pelaku usaha di sektor pariwisata, maupun generasi muda yang berjiwa wira usaha,” kata pria yang lebih akrab disapa Rudi Lombok ini.

Kota Mataram memang tidak memiliki kekayaan atau Sumber Daya Alam (SDA) melimpah seperti daerah lain. Tetapi punya SDM melimpah yang mampu bergerak di sektor industri, jasa, dan UMKM yang berkaitan dengan kepariwisataan.

Karenanya, wadah semacam MBC tidak hanya sebagai sarana peningkatan kapasitas pelaku usaha. Tetapi juga bisa menjadi branding dan ikon Kota Mataram ke depan. “NTB, khususnya Lombok sudah mulai bersiap go internasional melalui gelaran MotoGP. Peluang ini harus bisa ditangkap masyarakat kita,” ulasnya.

Rudi Lombok mencontohkan kondisi para sahabat pariwisata saat ini tengah kebingungan mencari informasi bisnis yang bisa dikembangkan di Kota Mataram. “Kita hanya bisa diam tanpa tahu harus berbuat apa,” ungkapnya.

Maka sekali lagi keberadaan MBC menjadi harapan besar terciptanya lapangan pekerjaan baru yang ada kaitannya dengan pariwisata. “Sangat tepat dikembangkan di Kota Mataram,” tegasnya.

Rudi Lombok menuturkan, gagasan BARU hangat diperbincangkan di kalangan milenial dan anak muda pariwisata Kota Mataram. “Ya jelas, gagasan BARU ini bikin Baper (terbawa perasaan, red). Cita-cita punya usaha dan bisnis sendiri itu tidak hanya sekadar mimpi lagi,” ungkapnya.

Gagasan ini semakin ramai dibahas dan membuat geger anak muda dan kelompok milenial, setelah Paslon BARU memaparkannya dalam debat pertama Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram beberapa waktu lalu.

Rudi Lombok mengatakan, terealisasnya MBC sekaligus membuka kesempatan Kota Mataram mendapat sumber PAD potensial. Selama ini PAD Kota Mataram sebelum Covid-19, besarannya Rp 411 miliar. “Tetapi tahukah, bahwa Rp 150 miliar itu datang dari sebuah unit pelayanan RSUD Kota Mataram. Bayangkan Kota Mataram menumpukkan PAD-nya dari orang sakit,” ujarnya.

Hal ini membuat Rudi Lombok miris. Karena kesan yang timbul Kota Mataram gagal mendapatkan potensi dari daerah dari sektor yang lebih produktif. “Kita punya banyak potensi SDM yang bisa didorong membentuk UMKM. Kenapa bukan itu yang kita maksimalkan dan banggakan?” tantangnya.

Cita-cita Mataram akan menjadi pusat bisnis anak muda begitu menggairahkan. “Ini akan jadi landmark sehingga pola pikir anak muda kita selama ini mencari pekerjaan berubah menjadi menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Calon Wali Kota Mataram, H Baihaqi.

Semangat dan jiwa kreatif memulai wira usaha harus terus didorong. Hal ini akan sangat berguna bagi pertumbuhan ekonomi daerah. “Dampak (pandemi) ini terjadi secara global. Dan inilah dampak yang kita rasakan. Tidak ada yang bisa bantu kalau tidak kita mulai dari diri kita sendiri,” tegas pria berlatar belakang arsitek ini.

Untuk mendorong gagasan MBC, BARU juga menyiapkan program  50 Wirausaha baru di tiap Kelurahan. Mereka akan dibantu akses permodalan dan juga pembinaan, hingga pendampingan. “Bahkan hingga pemasaran produk dan jasanya,” tegasnya.

BARU juga akan melibatkan perguruan tinggi dalam mengembangkan kapasitas pelaku usaha di Kota Mataram, khususnya di sektor UMKM. “Ada banyak kampus di Mataram yang akan dilibatkan untuk peningkatan kapasitas UMKM, agar pelaku usaha bisa menjalankan secara profesional,” tegasnya.

MBC yang digagas BARU adalah sebuah pusat pengembangan bisnis terintegrasi. Aktivitas usaha, pelatihan, dan peningkatan kapasitas, hingga informasi bisnis ada di dalamnya.

Calon Wakil Wali Kota Mataram, Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi mengatakan, semangat wirausaha generasi muda Kota Mataram sangat tinggi. Namun semangat itu belum ditopang kemampuan dan kapasitas menggunakan teknologi digital. “MBC ini sebagai wadah sharing dan transfer knowledge seputar dunia wirausaha dan UMKM,” ulasnya.

Masalah klasik wirausaha terutama UMKM seperti akses permodalan, mutu produksi, dan pemasaran terbatas akan diselesaikan di MBC. “BARU akan hadir dan memberikan solusi-solusi nyata,” tegasnya.

Ketua IWAPI NTB ini mengatakan, bahwa menciptakan wirausaha baru dan menjadikan Kota Mataram sebagai Kota Enterpreneur bukan hal yang sulit. “Catatanya pemerintah harus hadir, tidak hanya beri modal dan lepas tangan,” ujarnya.

Ia mencontohkan 198 unit usaha binaan anggota IWAPI sudah berhasil menembus pasar lebih luas dengan pemanfaatan teknologi digital. IWAPI NTB memfasilitasi akses permodalan perbankan melalui skema KUR.

IWAPI juga menjalin kerjasama dengan Rumah Distribusi yang memudahkan UMKM memasarkan produk mereka. “Baik di gerai dan ritel modern maupun via e-commerce,” tegasnya. (dir)