Baru Ditanam, Banyak Pohon Bypass BIL- Mandalika Hilang

Madani Mukarom (FAISAL HARIS / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Upaya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutan (DLHK) Provinsi NTB dalam mewujudkan visi misi NTB Hijau dan Lestari belum berbuah manis. Terlebih pohon yang belum lama ditanam sering dihilang. Bahkan pohon yang ada di sepanjang jalan Bypass BIL-Mandalika suka hilang meski sudah berapa kali ditanami.  “Harga pohonnya cukup mahal, malah sebagaian yang sudah kita tanam dicabut orang. Apalagi di jalan bypass banyak yang hilang, dari Bandara sampai Mandalika kita sudah tiga empat kali nyulam itu dicuri lagi,” keluh Kepala DLHK Provinsi NTB, Madani Mukarom, Kamis (6/1).

Meski pihaknya telah melakukan pengawasan pasca dilakukan penanaman, tetapi masih ada pohon yang hilang. Bahkan diduga dilakukan pada malam hari ketika petugas dikerahkan meninggalkan lokasi. Sehingga pihaknya merencanakan kembali dilakuka  penanaman untuk menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo menjelang perhelatan MotoGP. “Sebelum datang Pak Presiden, kita akan sulam lagi (tanam). Dan masalahnya itu harus kita awasi sampai Presiden datang,” ujarnya.

BACA JUGA :  Penambangan Emas PT STM Butuh Perda RTRW

Di samping upaya yang dilakukan dalam mengawasi pohon yang sudah ditanam, pihaknya juga meminta bantuan pemerintah daerah setempat di masing-masing desa yang berada di kawasan tersebut untuk ikut serta membantu mengawasi. “Kita juga telah meminta ke Pemda, di desa masing-masing sudah  disampaikan mohon dibantu pengawasan, karena tidak sanggup petugas semalaman jaga di lokasi,” ujarnya.

Terlebih pohon yang ditanam harganya cukup mahal, besar dugaan pohon dicuri karena nilai ekonomisnya sangat menggiurkan oknum pencuri. Di mana, harga satu meter pohon tersebut mencapai Rp 100 ribu dengan jenis pohon yang ditanam salah satunya, pohon ketapang kencana. “Ketapang kencana ini kan harganya cukup mahal.. Kalau yang biasa yang harga Rp 5 ribu di hutan mana ada yang mau ambil kayak trembesi. Kan murah, Rp 2.500 dapat, bisa dapat gratis juga,” katanya.

BACA JUGA :  Perpanjangan PPKM Darurat akan Direlaksasi

Dalam penanaman pohon, kata Mardani pihaknya melibatkan semua stakeholder, baik dari perbankkan di Provinsi NTB untuk membantu penyulaman pohon yang dicuri. Setiap perbankkan diberikan tanggung jawab masing-masing sepanjang 1 kilometer untuk mengawasi dan menyulam. “Kita sudah bagi habis ke perbankkan, kita minta nyulam ke mereka. Kita bagi ke perbankkan sama-sama satu kilometer,” tuturnya.

Selain dengan berbankkan, Mardani juga telah berkoodinasi dengan pihak balai jalan untuk ikut mengawasi. Pasalnya, Balai Jalan memiliki tanggungjawan dalam pengawas jalan. Masalah pencurian pohon di bypass menurutnya kurang memiliki kesadaran untuk ikut menjaga. “Ini memang masalah kurang kesedaran saja dari masyarakat. jadi memang ini masalah penyadaran masyarakat harus kita lakukan,” pungkasnya. (sal)